Misteri Suster Ngesot di Rumah Sakit Angker
Bab 1: Rumah Sakit Angker dan Kekuatan Indra Keenam Ira
Di salah satu rumah sakit besar yang terkenal dengan suasana seram dan aura angkernya, kehadiran makhluk gaib sudah menjadi pemandangan biasa. Wujud mereka bermacam-macam—dari yang mengerikan, usil, hingga yang berkesan jenaka. Pengaduan dari pengunjung kerap terjadi karena gangguan-gangguan ini tidak hanya menakuti orang yang menjenguk, tetapi juga pasien yang sedang berjuang melawan penyakit. Akibat rasa takut tersebut, banyak orang enggan membawa keluarganya ke rumah sakit itu meskipun pelayanan medisnya sangat baik. Bagi yang terbiasa, hal ini mungkin diabaikan, namun bagi pendatang baru, situasi ini bisa menjadi pengalaman traumatis.
Suatu hari, seorang gadis bernama Ira harus mengunjungi saudaranya yang dirawat sekaligus menginap untuk menjaganya karena anggota keluarga lainnya menolak akibat ketakutan. Sebagai gadis yang dianugerahi kemampuan indra keenam sejak lahir—warisan dari keluarganya yang berilmu tinggi—pengalaman semacam ini bukanlah hal baru.
Ia melangkah dengan percaya diri masuk ke dalam rumah sakit. Pandangannya langsung dipenuhi oleh berbagai sosok tak biasa di sepanjang lorong, namun Ira tetap bersikap tenang seolah tidak melihat apa pun.
Bab 2: Gangguan Suster Ngesot yang Menyebalkan
Di antara sekian banyak makhluk gaib, ada satu sosok legendaris yang tidak bisa diabaikan begitu saja: Suster Ngesot. Makhluk itu terus mengikuti Ira dan memaksanya untuk memperhatikan wujudnya. Walau Ira berlagak acuh dan pura-pura tuli, hal itu justru memancing kekesalan sang suster.
Dengan suara memelas, Suster Ngesot memanggilnya,
"Hei manusia, kamu pura-pura tidak melihatku, ya? Cepatlah bantu aku! Aku mohon, hanya kamu yang bisa kuandalkan sekarang! Tolonglah aku... Pelit sekali jadi manusia!"
Karena Ira terus berjalan tanpa acuh, sang suster mulai menjahilinya secara fisik—kakinya diinjak hingga Ira hampir terjatuh.
"Makanya, jangan pura-pura nggak lihat! Jadi jatuh, kan? Sakit, kan?" ejek suster itu sambil tertawa.
Ira terus menahan kekesalannya. Suster Ngesot yang tak kenal lelah bahkan sempat muncul menggantung di depan wajah Ira secara tiba-tiba untuk membuatnya terkejut. Namun, karena tetap tidak digubris, sang suster mulai kelelahan.
Puncak kekesalan Ira akhirnya tumpah. Ia berhenti dan membentak makhluk tersebut dengan suara lantang:
"Apa sih maumu? Kenapa terus mengikuti aku? Aku sudah bilang, aku nggak mau terlibat urusanmu! Cari orang lain saja yang bisa membantu kamu. Jangan ganggu aku lagi!"
Teriakan itu ditutup dengan tendangan keras dari kaki Ira, membuat Suster Ngesot terkejut dan meringis kesakitan.
"Aduh! Sakit! Kamu kasar banget sampai nendang aku begitu! Tapi, ini artinya kamu bisa melihatku, kan? Ayolah, tolong aku sekali saja..." rayunya lagi.
Bab 3: Terjepit di Pintu Lift dan Permintaan Tolong
Tanpa memedulikan permohonan itu, Ira berlari menuju lift untuk kabur. Sayangnya, Suster Ngesot tetap membuntutinya. Begitu masuk, Ira buru-buru menekan tombol tutup, namun tepat saat pintu hampir menutup rapat, Suster Ngesot terjepit di antaranya.
Dengan tergesa-gesa Ira menekan tombol buka karena panik, khawatir sang suster terluka. Namun sedetik kemudian, ia sadar bahwa ia sedang menghadapi makhluk astral yang tidak akan terluka oleh hal semacam itu. Merasa dibodohi oleh kekhawatirannya sendiri, Ira kembali jengkel.
Gangguan itu terus berlanjut hingga malam hari selama Ira menginap. Merasa lelah terus-menerus diganggu tanpa henti, Ira akhirnya menyerah dan memutuskan untuk mendengarkan permintaan tolong sang suster.
Suster Ngesot akhirnya membuka rahasia masa lalunya: jasadnya yang kini hanya tinggal tulang belulang disembunyikan di atas gudang rumah sakit. Ia merupakan korban pembunuhan dan pelecehan yang dilakukan oleh pimpinan rumah sakit pada masanya, dan ia ingin jasadnya ditemukan agar bisa tenang.
Bab 4: Terungkapnya Jasad di Atas Gudang
Keesokan harinya, berkat informasi dari Ira, orang-orang berbondong-bondong mendatangi area gudang rumah sakit yang dimaksud. Di sana, mereka menemukan kerangka manusia yang terkubur tersembunyi, persis seperti apa yang telah dijelaskan oleh Suster Ngesot.
Misteri kelam yang selama ini terkubur akhirnya terungkap ke permukaan. Suster Ngesot pun mendatangi Ira untuk terakhir kalinya, mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam karena setelah sekian lama mencari, ia akhirnya menemukan manusia berindra keenam yang bersedia menolong dan mengakhiri penderitaannya.

Posting Komentar