Bejad nya Ayah kandungku
Semua anak ingin Mempunyai Hak anak sebagai anak biologis atau Anak kandungnya Dari semua Anak-anak di dunia ini. Namun beda dengan diriku yang tidak sedikit pun mau Melihat atau Pun Mempunyai Ayah yang sering di katakan Ayah kandungku.
Yah, walau pun Aku tidak pernah tahu apa yang aku tahu sebelum nya. Tapi dengan keyakinan hati dan pikiran ku, Aku yakin bahwa aku tidak butuh seorang Pigur Ayah kandung yang semua orang kata.
Orang bilang Cari tahu Ayah mu, Ambil hak mu sebagai anak, Bahkan menyuruh ku untuk terus Menagih tanggung jawabnya menapkahi dan mendidik anak kandugnya sebagai ayah biologisnya.
Tapi saat aku renungkan, Dengan apa yang aku lihat terhadap Ibuku. Ibuku Sering bercerita kepadaku, Karena ibuku tidak mau kalau suatu hari Nanti aku Dewasa akan terus menanyakan siapa sosok ayah kandungku.
Maka dari itu ibuku menceritakan bagai mana Kejadian pertama dan semua menjadi Apa yang aku alami saat ini Hidup tanpa seorang ayah kandung. Namun sedari dulu sebelum ibuku bercerita tidak sedikit pun aku ingin tahu Atau pun penasaran tentang sosok ayah ku siapa, dimana dan kenapa dia meninggal kan Aku.
Aku hanya Cukup dengan Ibuku, Ibuku yang terus ada di depanku. Di setiap gerak nya ia akan terus Membawaku bagai mana pun caranya. Karena menurut ku, Di dunia ini Aku cuma membutuhkan sosok ibu bukan yang lain.
Karena di setiap kali ibuku Meceritakan Tentang sosok Ayah kandung ku. Walau aku yakin ada sedikit ibuku Berbohong Agar cerita itu Semua bisa tidak semuanya Jahat tentang apa yang di ceritakan tentang ayahku.
Aku yakin Bahwa apa yang di alami ibu dan aku itu sangat amat lah berat. Walau ibuku sering kali bilang jika ayah ku sosok yang baik aku menolak untuk percaya. Karena dia bukan orang yang pantas di bilang baik oleh ibuku yang jelas jelas sudah membuat ibuku terpuruk bahkan berubah menjadi tulang punggung untuk menghidupi ku.
Saat aku simpulkan tentang Cerita masalalu ku, Aku saat itu Mempunyai Dua janji yang aku tanam dalam hidupku. Pertama Aku janji akan Membuat ibuku bangga dan bahagia bersamaku, Dan yang Kedua Aku akan cari sosok orang yang sudah menyakiti ibuku dan aku saat itu.
Mau di Dunia Atau pun Akhirat Akan aku tuntut apa Hak ku. Jika kamu Saat ini Masih bisa tersenyum dan Bersenang Senang yakin lah Suatu saat nanti Kau akan bertemu dengan ku di Yaumil Akhir nanti.
Akan ku tagih semua Hak dan tanggung jawabmu. Karena menurut ku Iblis saja Masih punya perasaan, Tapi kamu Melebihi semua iblis yang sudah bisa meninggal kan tanggung jawab demi keegoisan diri sendiri Bahkan tidak Pernah merasa takut darah daging mu akan meminta hak nya di Hari akhir nanti.
Kau menyiksa ibuku, Meninggal kan tanpa tanggung jawab. Tidak pernah tahu Apa yang di rasakan nya. Tidak pernah tahu bagai mana kondisinya,Tidak pernah tahu bagai mana dia sakit, Tidak pernah tahu bagai mana ibuku mencari Nafkah untuk membesarkanku.
Tapi kamu Hanya asik mengikuti gaya hidupmu demi dirimu sendiri. Kamu hanya mementingkan keluargamu di bandingkan Anak kandungmu sendiri. Ingat Tuhan memberimu Nikmat Hidup Muda itu hanya sementara, Tapi kamu tidak akan pernah tahu Nikmat yang kekal itu Hanya nikmat kasih sayang seorang anak terhadap orang tua di Masa tua nanti.
Jangan Kau berpikir kau masih bisa mencari uang sendiri dan hidup sendiri. Tanpa membutuhkan Anak mu saat ini, Alam akan tua , Badan tenaga pun akan ikut Menua, Hidup tidak akan semuanya sempurna. Badan Tidak akan terus Sehat pasti akan ada sakit nya, Yakin lah Suatu saat Nanti kau akan menyesal di kemudian hari dan kau akan memohon kepada diriku Seperti apa yang ibu ku sering Memohon kepadamu tentang hak anak nya yang tidak pernah kau tanggapi.
