Lewati ke konten
Beranda Misteri Kehidupan Cinta Legenda Horor & Mistis News Event
Berawal dari Adopsi Jadi Malapetaka

Berawal dari Adopsi Jadi Malapetaka

📅 Agustus 14, 2026 Kehidupan
Mulai Baca
☰ Daftar Isi

    Isi Cerita

    Ilustrasi

     Berawal dari Seorang Suami istri yang hidup nya Berkecukupan Namun belum kunjung di karuniai Keturunan. Hingga dari hartanya yang menurutnya sangat cukup, bahkan sudah terbilang lebih. 

    Membuat keduanya semakin yakin ingin punya momongan atau keturunan. Namun sayang nya ia masih saja belum di percaya/ tidak di kasih sebuah keturunan dengan cepat. 

    Rumah tangga yang sudah 13 tahun berjalan, ia tunggu tunggu kedatangan tentang buah hatinya. Masih saja belum ada buah hasil yang datang, Semua cara sudah di lakukan namun belum saja di berikan oleh tuhan untuk di berinya keturunan. 

    Hingga pada akhirnya Mereka yang sudah merasa mulai cape dan pasrah dengan tidak bisa nya mendapat kan keturunan dari rahimnya. Mereka berdua berniat untuk mengadopsi anak untuk di angkat jadi anaknya saat itu. 

    Suami istri itu langsung mendatangi sebuah Panti asuhan yang berniat akan mencari anak adopsi di sanah.  Mereka yang sudah merasa terlalu lama menunggu, ia takut jika terlalu lama menunggu kedatangan anak dari rahimnya membuanya semakin berharap dan takut nantinya kecewa. 

    Lebih baik ia mencari anak yang di adopsi sedari kecil dan akan ia urus dan besarkan bersama seperti anak ia sendiri. Suaminya yang bernama Rendi sangat bersemangat untuk menjemput kedatangan anak angkat nya itu. 

    Dan istrinya yang bernama Jeni sedikit belum yakin, karena ia yang masih awam dalam mengurus anak. Takut tidak bisa mengurus layak nya seorang ibu. Namun suaminya yang sangat percaya bahkan bisa membuat istrinya pun menjadi percaya diri dan yakin. 

    Sesampai nya di panti asuhan Rendi dan jeni akhirnya di pertemukan dengan anak yang akan mereka adopsi saat itu. 

    " Asalamualaikum .....  Ibu, bapak ini anak yang kalian akan adopsi, tolong lihat....

    ujar ibu kepala panti saat itu 

    Rendi dan jeni yang melihat bayi perempuan yang gemuk bahkan cantik. Membuatnya sangat merasa senang bahkan bahagia, Akhirnya dari lamanya penantian ia bisa mempunyai  seorang anak walau pun bukan darah daging nya sendiri. 

    Tidak butuh waktu lama rendi dan jeni pun membawa anak bayi perempuan itu untuk di bawa pulangnya. 

    " Ibu, bapak Terimakasih banyak yah.... sudah mau membantu mengadopsi anak di panti kami .... Mudah mudahan ibu, dan bapak di berikan rezky yang mengalir deras dan bisa menjaga anak panti kami menjadi anak kandung sendiri....." 

     Kata ibu panti yang sangat merasa sedih dengan anak yang akan di bawanya.

    " Baik ibu sama sama..... kami janji tidak akan pernah membuat kecewa... kami akan urus dan besar kan dengan penuh kasih sayang selayak nya anak sendiri....." 

    ujar nya 


    Bayi kecil pun di bawanya, hingga akhirya sampai di  rumah kediaman rendi dan jeni. Sepasang suami istri itu pertama kalinya ia membawa seorang anak kerumahnya Dengan adanya bayi perempuan itu. 

    Membuat rendi dan jeni semakin Harmonis bahkan romantis dalam rumah tangganya. Membuatnya serasa rumah tangganya itu sudah sangat pas dan hangat dari datang nya seorang anak kedalam rumahnya.

    Anak yang ia angkat itu diberi nama Syifa oleh Rendi dan jeni. Syifa yang di urus dengan penuh kasih sayang tumbuh menjadi anak yang besar dan cantik. 

    Anak yang saat itu mulai memasuki sekolah SMA syifa  tumbuh menjadi gadis cantik baik bahkan pintar. prestasinya selalu bagus dari Tk hingga Smp, Selalu menduduki juara satu di sekolahnya. Mebuat hal ini semakin membuat kedua orang tuanya bangga melihat anak semata wayang nya itu pintar meraih prestasinya. 


    Hingga akhirnya Syifa yang saat itu akan memasuki ke sekolah Menengah atas tiba tiba :

    " Gubraaaakkkk..... Suara syifa terjatuh dari tangga saat ingin pergi sekolah untuk pertama kalinya. 

    Ibunya yag mendengar dan melihat anaknya terjatuh di bawah tangga langsung panik:

    " Tolong.... tolonggg ... Bibi biiibiiii .... Jeni yang berteriak panik meminta tolong, dan memanggil Art nya saat itu. 

    Datang lah Art nya yang melihat keduanya sedang terduduk tergeletak di bawah tangga

    " Masya allah .... Non, Bu Kenapa non syifa bu......"

    " Cepet telpon bapak, suruh pulang kasih tahu kalau syifa pingsan jatuh dari tangga...

     kata jeni dengan nada menyentak sambil menangis

    Tak lama pun syifa di bawa kerumah sakit dengan ibu dan ayah nya. Saat sesampai nya di rumah sakit syifa di periksa dan di rawat oleh dokter. Syifa yang masih belum sadar kan diri membuat Rendi dan jeni panik bahkan sedih. 

    " Mass.... Gimana ini ... syifa kok belom sadar juga ...." Kata istrinya jeni

    " Sudah kita doa kan saja ... Mudah mudahan segera sadar dan pulang kerumah yah ....

    Rendi yang berbicara seolah menenangkan istrinya.

    Tak lama kemudian syifa pun menjerit:

    " Aaaaarggghhhh,,,,,, Hahahahahaa hiiihhhiiiiii  ..... Tiba tiba syifa terbangun menjerit dan tertawa seperti orang kesurupan. 

    Tak lama pun syifa di bawa kerumah sakit dengan ibu dan ayah nya. Saat sesampai nya di rumah sakit syifa di periksa dan di rawat oleh dokter. Syifa yang masih belum sadar kan diri membuat Rendi dan jeni panik bahkan sedih. 

    " Mass.... Gimana ini ... syifa kok belom sadar juga ...." Kata istrinya jeni

    " Sudah kita doa kan saja ... Mudah mudahan segera sadar dan pulang kerumah yah ....

    Rendi yang berbicara seolah menenangkan istrinya.

    Tak lama kemudian syifa pun menjerit:

    " Aaaaarggghhhh,,,,,, Hahahahahaa hiiihhhiiiiii  ..... Tiba tiba syifa terbangun menjerit dan tertawa seperti orang kesurupan. 

    Anaknya yang ia urus dari kecil hingga besar, tidak ada sedikit pun tanda tanda indikasi sakit sama sekali. Membuat mereka kebingungan, yang seperti di hantam petir di tengah bolong melihat anaknya tiba tiba jatuh sakit bahkan tidak wajar dengan sikap nya yang berubah 100%.


    Rendi dan jeni pun meminta kepada dokter yang memeriksa syifa agar segera menyembuhkan syifa dengan cara apapun. Namun saat itu dokter menceritakan kepada rendi dan jeni tentang apa penyakit anaknya

    "Maaff bu, pak .... kami sudah memeriksa anak ibu, Bahkan sudah mengecek semuanya.... Jadi anak ibu saat ini, mengalami penyakit Kejiwaan yang sudah akut ... jadi harus segera di bawa ke Rumah sakit jiwa untuk segera mendapat perawatan secara medis..."

    Orang tua nya yang mendengar dokter sangat hancur, bahkan tidak percaya dengan apa penyakit anak nya yang saat itu di deritanya. Mereka tidak bisa berbicara hanya bisa mematung dan menatap mata penuh dengan ketidak percayaan. 

    " Mas ... enggak mungkin syifa gila mas... gak mungkin mas .... Massssss .... jeni yang merasa terpukul menangis terisak isak masih tidak percaya. 

    Rendi yang hanya bisa pasrah akhirnya membawa anaknya untuk di bawa ke RSJ. saat sampai di RSJ betul saja bahwa anaknya syifa punya penyakit kejiwaan karena telalu keras berpikir.  sehingga mengalami penyakit kejiwaan.


    Rendi dan jeni yang benar benar sangat kecewa dengan dirinya sendiri. Membuat nya hanya bisa menyalahkan diri sendiri, karena ia sudah tidak becus menjadi pigur Ayah dan juga seorang ibu. 


    Hingga pada akhirnya dengan berat bati syifa yang harus sementara di rawat di RSJ membuat orang tuanya hanya bisa pasrah dan ikhlas. 


    Orang tuanya yang hanya bisa menjenguk jika di perbolehkan oleh pihak rumah sakit. jika tidak ia akan terus menunggu kabar demi kesembuhan anak kesayannya itu.


    Hingga singkat cerita syifa yang sudah sembuh dari sakitnya yang sudah beberapa kali bolak balik berobat Ke RSJ akhirnya di perbolehkan pulang karena sudah stabil.


    Walau pun syifa yang sudah di perbolehkan pulang dan di bilang sudah stabil, Masih saja tidak bisa seperti normal anak biasanya. Kadang yang sering bengong diam , kadang marah marah, karang senyum sendiri.


    Hingga membuat orang tuanya bingung, Obat apapun sudah di berikan. tapi masih saja belum pulih total, Hingga suatu hari pernah terjadi kekerasan kepada ibunya bahkan tetangga rumahnya. 


    Yang di bukul hingga berda*rah sampai harus di larikan kerumah sakit. semenjak itu syifa tidak pernah lagi di perbolehkan keluar rumah jika tidak di temani orangtuanya.

    Hingga Kejadian yang di takuti pun datang syifa yang terus merengek kesal dan bosen di rumah meminta ayah nya untuk mengajak nya keliling naik motor. 


    Awalnya ibunya yang tidak setuju karena syifa yang sering kali minta ia sendiri yang mengendari sepeda motornya hingga takut terjadi apa apa . IBunya yang merasa takut terjadi suatu hal yang tidak di inginkan nantinya. 


    Tapi ayah nya yang merasa kasihan dengan anak nya. akhirnya mengiya kannya, tapi dengan janji bukan syifa yang membawa sepeda motornya. Syifa yang meng iya pu. akhirnya langsung pergi berjalan jalan keluar rumahnya. 


    Saat berjalan jalan memutar mutar mencari angin tadinya syifa yang masih menikmati suasana jalan dan pemandangan. tiba tiba anaknya itu di belakang menyekik ayahnya yang sedang menyetir.


    Ayahnya yang di cekik dengan sekuat tenaga membuat nya semakin tidak bisa fokus menyetir. Syifa yang semakin membrontak malah tertawa dan terus mencekik ayah nya dengan penuh tenaganya, Ayahnya yang sudah tidak bisa mengondisikan gas sepeda motornya karena sudah merasa tidak bisa bernapas dan tidak bisa banyak bergerak. 


    Akhirnya membuat tali gas motor itu malah semakin kencang. banyak orang dan pengandaran lain berteriak, bahkan mengahadang namun dengan syifa yang terus mencekik ayahnya. hingga akhirnya motor yang di kendarai pun menabrak satu truk kontainer besar , ayahnya terpental dan masuk kedalam ban mobil itu  hingga akhirnya Terlind*s tanpa sengaja.


    Namun syifa yang terpental ke pinggir bibir jalan hanya pingsan dan sedikit luka. Beda dengan ayahnya yang saat itu sangat luka parah bahkan Rem*k yang sudah tidak bernyawa lagi. 


    Istrinya yang mendengar kejadian ini Menangis histeris pingsan beberapa kali, karena anak adopsinya suaminya harus meninggal dengan mengenaskan. 

    LANJUTAN CERITABaca cerita selanjutnya
    Baca Selanjutnya