Lewati ke konten
Kejadian Aneh di KM 47

Kejadian Aneh di KM 47

0Dibaca 0Bab
Mulai Baca

Sinopsis

KM 47 dikenal dalam cerita ini sebagai sebuah ruas jalan yang sering dikaitkan dengan berbagai kejadian aneh. Pengendara konon pernah melihat sosok yang tiba-tiba menghilang, merasakan gangguan pada kendaraan, hingga mendengar suara-suara yang sulit dijelaskan.

Suatu malam, Zahra dan Dika sedang dalam perjalanan menuju rumah paman Zahra. Ketika perjalanan mereka hampir selesai, radio mobil tiba-tiba terganggu dan mengeluarkan suara perempuan yang memperingatkan mereka untuk berhati-hati di KM 47.

Awalnya mereka menganggapnya hanya gangguan sinyal. Namun ketika mendekati lokasi tersebut, berbagai kejadian tidak biasa mulai muncul. GPS menunjukkan tanda aneh, suasana terasa berubah, dan Dika melihat sosok perempuan di sekitar mobil.

Peristiwa itu kemudian membawa Zahra kembali mengingat sebuah kejadian dari masa lalunya yang selama ini berusaha ia lupakan. Sejak saat itu, KM 47 bukan lagi sekadar nama sebuah tempat bagi mereka.

Jalan yang Selalu Menyimpan Cerita

Konon, ada sebuah ruas jalan yang cukup sering menjadi bahan pembicaraan para pengendara.

Tempat itu adalah KM 47.

Dalam cerita yang beredar, sebagian pengendara mengaku pernah melihat seseorang berdiri diam di sekitar jalan, seolah sedang menunggu kendaraan lewat.

Ada pula yang merasa melihat sosok seperti hewan besar di kejauhan, tetapi ketika kendaraan mendekat, sosok tersebut sudah tidak terlihat.

Beberapa orang juga mengaku pernah mengalami gangguan pada kendaraan ketika melintas di kawasan tersebut.

Tidak ada yang benar-benar mengetahui penyebabnya.

Bisa jadi hanya kebetulan.

Bisa pula karena kondisi jalan dan suasana yang membuat pengendara lebih mudah merasa cemas.

Namun cerita itu terus berkembang dari satu orang ke orang lain.

Hingga suatu malam, Zahra dan Dika mengalami kejadian yang membuat mereka mengingat semua cerita tersebut.

Pesan dari Radio

Malam itu, Zahra dan Dika sedang dalam perjalanan menuju rumah paman Zahra.

Jarak mereka sudah tidak terlalu jauh.

Di dalam mobil, suasana awalnya biasa saja.

Dika fokus mengemudi.

Zahra duduk di sampingnya sambil melihat ponsel.

Jalan tol terlihat cukup lengang.

Lampu penerangan berdiri berjajar di sepanjang jalan.

Tidak banyak kendaraan yang melintas.

Semuanya terasa normal.

Tiba-tiba...

KRRRRR... TSSSSSS...

Suara radio berubah menjadi gangguan.

Dika mengerutkan kening.

"Kenapa radionya?"

Zahra melihat ke arah dashboard.

"Kayaknya sinyalnya jelek."

Dika mencoba mengganti saluran.

Namun suara gangguan justru semakin jelas.

KRRRRR... TSSSSSS...

Kemudian terdengar suara seorang perempuan.

Pelan.

Nyaris seperti bisikan.

"Awas... hati-hati..."

Zahra langsung menoleh.

Dika pun terdiam.

Beberapa detik kemudian suara tersebut kembali terdengar.

"Awas... hati-hati di depan KM 47..."

Lalu...

TIIIIIT...

Radio kembali normal.

Dika menatap dashboard beberapa saat.

"Lu dengar juga, kan?"

Zahra tertawa kecil.

"Mungkin radio lagi error."

"Serius, Zahra. Tadi ada suara orang."

"Ya mungkin gangguan sinyal."

Dika akhirnya kembali fokus ke jalan.

Mereka mencoba melupakan kejadian tersebut.

Namun tidak satu pun menyadari bahwa suara tadi akan terasa semakin aneh beberapa menit kemudian.

Tanda Aneh pada GPS

Jarak menuju KM 47 semakin dekat.

Tiba-tiba terdengar suara dari ponsel Zahra.

Tit... tit... tit...

Zahra melihat layar.

GPS yang sedang digunakannya menunjukkan tanda merah di sekitar KM 47.

Ia mengernyit.

"Dika..."

"Hmm?"

"Lihat ini."

Dika melirik.

"Apa?"

"Kenapa bagian sini merah?"

Dika tetap fokus pada jalan.

"Mungkin ada gangguan data."

"Tapi jalan di depan kita kosong."

Dika kembali melihat sekilas.

Memang tidak terlihat kemacetan.

Tidak ada antrean kendaraan.

Tidak ada kecelakaan.

Anehnya, indikator pada GPS tetap menunjukkan warna merah.

Dika mencoba mencairkan suasana.

"Jangan-jangan GPS-nya juga takut lewat sini."

Zahra tertawa.

Namun ketika mobil mereka memasuki area KM 47, suasana di dalam kendaraan mendadak berubah.

Bau yang Tidak Diketahui Asalnya

Zahra tiba-tiba mengernyitkan hidung.

"Dika..."

"Hm?"

"Lu nyium sesuatu?"

"Nyium apa?"

"Bau aneh."

Dika mengendus udara di dalam mobil.

Ia kemudian mengernyit.

"Bau apa ini?"

"Bau amis."

Dika membuka sedikit jendela.

Namun bukannya menghilang, bau tersebut malah terasa semakin kuat.

Keduanya saling memandang.

"Mungkin ada hewan di pinggir jalan," kata Dika.

Ia kemudian menepikan mobil.

Mereka turun dan memeriksa bagian depan kendaraan.

Tidak ada apa-apa.

Dika melihat ke bawah mobil.

Kosong.

Zahra membuka bagasi.

Tidak ada sesuatu yang bisa menjadi sumber bau tersebut.

"Tidak ada apa-apa," katanya.

Dika mengangguk.

"Mungkin dari luar."

Ia hendak menutup bagasi.

Namun tiba-tiba terdengar suara keras.

BRUK!

Dika terkejut.

Ia langsung menoleh.

Beberapa detik kemudian wajahnya berubah pucat.

Zahra melihat reaksi Dika.

"Dika?"

Dika mundur beberapa langkah.

"Kita pergi sekarang."

"Ada apa?"

"Jangan tanya. Jalan dulu."

Zahra semakin bingung.

"Apa yang lu lihat?"

Dika masih menatap ke arah belakang mobil.

"Ada seseorang."

Sosok di Belakang Mobil

Setelah mobil kembali berjalan, Dika akhirnya bercerita.

"Aku lihat seorang perempuan."

Zahra terdiam.

"Di belakang mobil?"

Dika mengangguk.

"Rambutnya panjang."

"Dia cuma berdiri."

"Terus?"

"Dia menatap ke arahku."

Zahra tidak langsung menjawab.

Entah kenapa, perkataan Dika membuat pikirannya kembali pada sesuatu yang telah lama ia simpan.

Sebuah nama.

Putri.

Nama yang selama bertahun-tahun berusaha tidak pernah ia ingat lagi.

Kenangan Sepuluh Tahun Lalu

Zahra mengambil ponselnya.

Ia membuka beberapa foto lama.

Jarinya berhenti pada satu gambar.

Foto dirinya bersama Putri.

Mereka pernah berteman.

Sepuluh tahun lalu, mereka mengalami sebuah kejadian di KM 47.

Saat itu terjadi sebuah insiden setelah Zahra dan Putri bepergian bersama.

Zahra mengakui kepada dirinya sendiri bahwa ia memiliki kesalahan dalam kejadian tersebut.

Ia pernah mengajak Putri melakukan sesuatu yang akhirnya membuat keadaan menjadi buruk.

Setelah itu, sebuah kecelakaan terjadi.

Putri tidak berhasil kembali.

Yang paling menghantui Zahra bukan hanya kehilangan sahabatnya.

Melainkan perasaan bersalah karena ia merasa tidak melakukan cukup banyak untuk memperbaiki keadaan pada saat itu.

Selama bertahun-tahun, ia berusaha menutup kenangan tersebut.

Namun malam ini, nama Putri kembali muncul.

Dan lokasinya sama.

KM 47.

Rahasia yang Tidak Pernah Diceritakan

Zahra terus menatap foto lama.

Dika menyadari ada sesuatu yang disembunyikannya.

"Kamu kenal perempuan yang tadi aku lihat?"

Zahra terdiam.

"Ada sesuatu yang harus aku ceritakan."

Dika menunggu.

Zahra kemudian menceritakan tentang kejadian sepuluh tahun lalu.

Tentang Putri.

Tentang perjalanan mereka.

Dan tentang perasaan bersalah yang selama ini ia simpan.

Dika mendengarkan tanpa menyela.

"Jadi..."

"Kamu pernah berada di KM 47 bersama Putri?"

Zahra mengangguk.

"Iya."

"Dan sejak itu kamu tidak pernah kembali?"

Zahra menggeleng.

"Aku selalu menghindari tempat ini."

Dika tidak berkata apa-apa.

Ia hanya melanjutkan perjalanan.

Namun suasana di dalam mobil berubah.

Tidak ada lagi candaan.

Keduanya mulai menyadari bahwa peringatan dari radio mungkin memiliki hubungan dengan kenangan lama Zahra.

Rasa Bersalah yang Kembali

Setelah mengetahui semuanya, Zahra semakin gelisah.

Ia merasa seolah masa lalu sedang mengejarnya.

Malam itu, ia terus memikirkan Putri.

"Maafkan aku..."

"Aku seharusnya tidak meninggalkan semuanya begitu saja."

Dika mencoba menenangkannya.

"Masa lalu memang tidak bisa diubah."

"Yang bisa dilakukan sekarang adalah menerima dan belajar dari apa yang sudah terjadi."

Namun Zahra masih merasa ada sesuatu yang belum selesai.

Apalagi setelah melihat kembali foto Putri.

Wajahnya terasa begitu dekat dalam ingatan.

Seakan malam tersebut bukan sekadar perjalanan biasa.

Kembali ke Rumah

Sesampainya di rumah paman Zahra, keduanya langsung masuk.

Dika masih memikirkan kejadian di jalan.

Sementara Zahra duduk sendirian dan mencoba menenangkan diri.

Namun malam itu belum berakhir.

Ketika rumah mulai sepi, Zahra mendengar sesuatu dari lantai atas.

Suara langkah.

Pelan.

Kemudian berhenti.

Zahra mengangkat kepala.

Ia mendengarkan.

Tidak ada suara lagi.

Beberapa saat kemudian, terdengar seperti seseorang memanggil namanya.

"Zahra..."

Ia membeku.

Suara tersebut sangat pelan.

Namun terasa begitu familiar.

"Zahra..."

Air mata Zahra mulai mengalir.

"Putri?"

Tidak ada jawaban.

Zahra berdiri.

Ia berjalan perlahan menuju tangga.

Namun sebelum sampai, suara tersebut hilang.

Rumah kembali sunyi.

Pesan yang Tidak Terjawab

Keesokan harinya, Zahra dan Dika mencoba membicarakan semua kejadian yang mereka alami.

Mereka sepakat bahwa tidak ada yang dapat memastikan apakah peristiwa malam itu benar-benar berkaitan dengan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan.

Radio bisa saja mengalami gangguan.

GPS bisa saja mengalami masalah.

Bau yang mereka cium mungkin memiliki sumber yang tidak ditemukan.

Dan sosok yang dilihat Dika bisa saja merupakan seseorang yang kebetulan berada di sekitar jalan.

Namun ada satu hal yang tetap sulit dilupakan.

Peringatan dari radio.

"Awas... hati-hati di depan KM 47..."

Terlebih, suara tersebut muncul sebelum mereka melewati lokasi yang memiliki kenangan penting bagi Zahra.

Apakah semua itu hanya kebetulan?

Ataukah masa lalu memang sedang mengingatkan Zahra untuk tidak terus menghindari apa yang pernah terjadi?

Tidak ada yang mengetahui jawabannya.

Misteri KM 47

Sejak malam itu, Zahra tidak pernah lagi melewati KM 47 tanpa mengingat Putri.

Dika pun menjadi lebih berhati-hati ketika berkendara pada malam hari.

Bagi mereka, kejadian tersebut meninggalkan sebuah pelajaran sederhana.

Rasa penasaran tidak selalu harus dijawab dengan mendekati sesuatu yang membuat kita tidak nyaman.

Dan masa lalu tidak selalu harus dilupakan.

Kadang, seseorang perlu menghadapinya agar dapat benar-benar melanjutkan kehidupan.

Sementara cerita tentang KM 47 terus beredar dari satu pengendara kepada pengendara lainnya.

Ada yang menganggapnya hanya kebetulan.

Ada pula yang percaya bahwa kawasan tersebut menyimpan cerita misterius.

Namun sampai sekarang, satu pertanyaan tetap tersisa.

Jika suara dari radio malam itu memang hanya gangguan sinyal...

siapa yang sebenarnya memperingatkan Zahra dan Dika sebelum mereka melewati KM 47?

Tags

Bagikan Cerita

Ulasan Saya

Pendapat kamu tentang cerita ini0/500
Belum ada ulasan

Daftar Bab