Membuat Semua orang terkejut Atas apa yang pernah terjadi di Langgar kosong itu. menjadi Semua orang teringak kembali tentang apa yang terjadi pada saat mendengar lonceng itu.
Pada waktu itu Ceritanya Suara lonceng itu Bila terdengar Adalah simbol untuk pemanggilan anak anak mengaji atau pun orang dewasa. Namun hal itu menjadi menakutkan Dikarena kan adanya Seorang Anak yang saat adzan Menghilang tanpa jejak entah kemana.
Anak yang hilang itu datang Sebelum Lonceng berbunyi. Namun saat ia datang dan Mengumandang kan adzan Ia hilang tanpa Ada yang tahu. Dan hingga saat ini Suara lonceng itu selalu di takuti oleh banyak orang.
Dan Suatu hari Saat itu Ada Satu Keluarga yang baru saja pindah datang kekampung dekat langgar tersebut. Semenjak ia pindah kampung itu, Sering kali ingin masuk kedalam langgar tua tersebut.
Akan tetapi ia selalu bingung dan risau, Karena Entah kenapa Tempat yang di jadikan tempat beribadah itu Malah terlihat kusam dan seperti tidak pernah di Huni sama sekali oleh orang orang kampung di sanah.
Pada akhirnya Anak baru itu pun Penasaran Dan menanyakan Tentang Langgar tua tersebut. Anak itu bertanya kepada tetangga yang tidak jauh dari rumah baru nya saat itu, " Punten pak, ........" kata anak baru
Mangga...." Siapa ya... Bisa saya bantu aa....." kata tetangga
"Eh iyah Pak..... Kenalin Saya dari tetangga baru pindah di sanah, ...... Sayah Ramli maaf pak saya mau nanya, Kalau langgar Tua deket rumah saya itu masih di gunakan apa enggak yah ? ........" Anak itu bertanya
Tetangga itu dengan raut muka yang sangat pucat saat Anak itu bertanya. Menjawab dengan terbata bata, " ......Mmmmmppp..., Maaf ........Jangan .... Pernah Dekat dekat Langgar itu... " Kata tetangganya dengan ketakutan dan lari terbirit birit, Langsung menutup pintu rumahnya.
Ramli yang mendengar omongan tetangga nya pun Semakin aneh dan penasaran. Ada apa dan kenapa Tetangga nya seperti orang ketakutan Dengan langgar tua itu. Ramli yang masih penasaran pun akhirnya trus mencari tahu tentang tetangga yang lain.
"Tok.... tok.... tokk.... Bunyi mengetuk pintu tetangga selanjutnya. "
"Krekeeeeettttt...... Bunyi Pintu dibuka..., Maaf,,, Siapa yah ???"..... tanya tetangganya
"Maaf bu... Mengganggu, Saya ramli tetangga baru pindah kemarin. Saya mau tanya bu.. Kalau Langgar yang depan rumah saya itu kenapa ya bu ? .... Ko gak ada yang mau ke langgar itu ...." Ucap ramli dengan wajah penasaran
Ibu yang mendengar pertanyaan ramli, tiba tiba mematung dan gemetar seluruh badannya. " E...eeemmm... Ibu .. Gak tauu...." Sambil mau menutup pintunya
Namun Tiba tiba Ramli langsung menahan pintunya dan terus menekan agar Tetangganya itu menjawab dan memberitahu bagai mana ceritanya.
"Ke apa sih bu, Kenapa saya tanya ..... Orang orang tidak mau menjawab..., Apa masalahnya..... Kenapa dengan langgar itu."
"Itukan Tempat beribadah kenapa semuanya tidak mau beribadah ke tempat itu ,,,, Dan apa alasannya tolong lah bu..." Ramli berbicara dengan memohon
Ibu itu pun Kembali membuka pintu rumahnya, Dengan wajah yang pucat seolah olah Seperti sedang ada yang menakutinya. "Baik lah, Kamu anak baik... "
"Ibu.. Akan kasih tahu tentang suatu kejadian Lama dulu ... saat langgar ituh masih banyak yang datang..."
"Tapi jika sudah ibu ceritakan... Kamu harus janji kepada ibu... Agar jangan sekali kali berani datang atau pun keluar Sebelum magrib yah .... " Ucap ibunya dengan kata kata ketakutan
Ibu itu pun menceritakan Bahwa kejadian yang terjadi di Langgar tua itu Awal nya Ada salah satu santri yang gemar mengaji dan Rajin Adzan menghilang tanpa jejak. Bahkan tidak di ketemukan hingga hari ini, Sudah bertahun tahun lamanya Anak yang hilang itu tidak ada sedikit pun petunjuk atau pun titik terang yang di dapatkan.
Malah Hal itu menjadi kejadian terulang, yang tadinya hanya 1 orang yang hilang. Menjadi Ada 3 orang yang hilang, hilang nya Anak anak itu di karena kan dan di panggil oleh Suara lonceng Tua yang ada di langgar itu.
Maka sejak kejadian itu mengulanv bahkan banyak korban yang hilang, Tidak ada satu pun yang berani mendekati Langgar tua itu. Ramli yang sudah tahu ceritanya pun akhirnya pulang dan berterimakasih kepada tetangganya, dan ia pun berjanji tidak akan mau dekat dekat ke langgar itu.
Ramli pun pulang kembali kerumahnya dengan sedikit hati mengganjal dalam dirinya. Entah kenapa saat ibu itu menceritakan tentang langgar itu Ramli merasakan suasana cerita yang hidup saat di ceritakannya.
Hingga pada akhirnya Ramli pun mencoba diam dan mencoba untuk tidak lagi mau mencari tahu tentang langgar itu. Dan singkat cerita, Tiba tiba Ramli yang sedang tertidur di kamarnya bermimpi buruk tentang langgar tua itu.
Ramli bermimpi mengintip dari jendela Langgar itu yang gelap gulita tanpa ada penerangan dan pergerakan satu pun. Angin yang bertiup kencang dan bau kemenyan yang terhirup membuat bulu kunduk berdiri.
Tiba tiba saat ramli akan berjalan kembali pulang, Tiba tiba angin mengeserkan tali lonceng seperti bergoyang sedikit dan sedikit mengeluarkan suara. Tiba tiba di depan ramli ada terselibat Anak kecil berjalan di depannya, Ramli yang kaget membuat ramli sangat ketakutan.
Karena wajah anak yang terlihat saat itu, menyeram kan bahkan rusak. Hingga akhirnya ramli pun tidak sadarkan diri, Saat ramli terbangun dari mimpinya di pagi harinya. Ramli tidak sedikit pun mengingat mimpi yang baru saja ia rasakan, Dan tiba tiba Suara Lonceng pun berbunyi.
" Ting..... TING...TINGGG....TINGGG....." semakin kencang suara lonceng dan hembusan angin yang sangat besar.
Ramli yang mendengar lonceng itu pun langsung kaget,bahwa betul mimpi yang ia rasakan malam ituh nyata. ramli yang semakin penasaran akhirnya nekat siang siang mendatangi langgar tua itu untuk memastikan bunyi lonceng itu benar adanya.
Saat berjalan mendekati langgar bunyi lonceng itu pun tidak terdengar lagi. ramli yang masih penasaran mendekati lonceng tersebut dan melihat lonceng yang berbunyi itu, Berbunyi karena hembusan angin atau di bunyikan orang lain.
Saat datang angin besar mengehembus tidak sedikit pun lonceng itu bergoyang apa lagi berbunyi. karena lonceng yang bisa di bilang cukup besar dan tali lonceng yang tidak bisa di gerakan oleh angin. Maka harus orang lain yang menggerakannya, akan tetapi jika bukan angin maka siapa yang mengerakan lonceng tersebut.
Ramli pun bertanya tanya dalam pikirnya, Sambil menengok kiri kanan ke pinggir langgar . Tidak ada satu pun orang yang datang ke langgar itu, Dengan ragu ia memberanikan diri untuk masuk kedalam langgar itu.
Saat masuk di suguhi dengan debu yang berterbangan. Di atas Mimbar yang lapuk, Tergeletak satu buah iqro yang bertulisan nama yaitu " Ahmad ".
Ramli pun mengambil iqro itu dan membawanya pulang. ramli yang pulang dengan napas ngos ngosan merasa semakin aneh dengan apa yang iya rasakan dengan langgar itu. ramli pun merasa bahwa ibu tetangga nya itu benar adanya kejadian sebelum langgar itu menjadi yang sekarang.
Malam pun tiba namun ramli yang masih saja risau dan masih aneh merasa susah untuk memejamkan mata malam itu. singkat cerita ramli pun mengambil iqro yang ia temukan siang tadi, saat di buka di halaman pertama tidak di temukan apa pun pas halaman terakhir ada sebuah tulisan kecil dengan pensil yang tertulis di iqro ahmad yang tertulis :
" KAK... Tunggu aku di langgar ... magrib yah kita ngaji ...."
"Tanggal 15 Tahun 2011 Hari kamis malam jum.at."
Ramli yang membaca tulisan ahmad seketika gemetar dan entah kenapa menjadi semakin horor rasanya. " 15 tahun yang lalu tepat hari ini di malam ini malem jum,at."
Tiba tiba suasana di luar dan angin pun hilang sepi sunyi tidak ada sedikit pun suara di malam itu. Tiba tiba Lonceng itu pun berbunyi.
" Ting ...... Ting.... Ting... Ting...." suara loncemg berbunyi semakin kencang
Ramli yang mendengar suara lonceng itu menoleh ke atas jendela kamar nya untuk melihat loncek di depan langgar rumah nya itu.
Saat ia menginti ke arah langgar tidak ada sedikit pun angin datang, bahkan daun pun tidak bergerak tapi lonceng itu masih bergerak kencang membunyikan lonceng di malam itu. Ramli yang gemetar dan jantung berdetak kencang saat melihat langsung lonceng itu bergoyang dan berbunyi.
Membuat seluruh badan nya menjadi kaku dan sedikit membuat ia takut pada kejadian ini. Namun ramli yang masih saja penasaran dan ingin tahu apa kemauan bunyi lonceng itu malah ingin keluar dan mencari tahu siapa dalang di balik bunyi lonceng itu.
Dengan tekat yang besar dan jiwa yang penasaran akhirnya ramli berjalan memberanikan diri untu masuk kedalam langgar tua itu. Saat ramli sudah mendekati pintu langgar tua itu, Tiba tiba pintu langgar itu pun terbuka sendiri.
" Brakk ....." pintu terbuka
Ramli yang kaget, tidak membuat nya menyerah dia masuk kedalam langgar itu hanya dengan modal buku iqro yang ia temuka siang tadi dan satu senter kecil untuk meneranginya.
Saat ramli masuk dan menerangi langgar itu, tiba tiba Suasana menjadi serasa hidup dan angin pun tiba tiba mengembus kencang kembali. Seolah olah sedang merasakan kedatangan ramli saat itu.
Singkat cerita ramli pun berbicara dengan sopan dan sering kali berisalam.
" Asalamualaikum... maaf sebelumnya.. apakah ada orang disini... jika kamu manusia cepat keluar kenapa kamu menakutiku, Dan jika kami bukan manusia keluar lah... bicara baik baik apa yang kamu mau....." Ucap ramli di langgar itu
Hanya suara angin yang berdesir di sela sela kayu tua di langgar dan Lampu senter yang berkedip.
Dari arah mimbar, Tiba tiba .... terdengar suara Anaj kecil :
" Waalaikum Salam..... Kak..."
Senter ramli bergetar dan mengangkat kan ke atas mimbar.
Disana terlihat Seorang anak laki laki umur 10 tahun yang duduk dengan wajah pucat dan sedikit tersenyum.
Ramli yang melihat sedikit merasa takut namun ia memberanikan diri untu mendekati anak tersebut.
" Kamu ahmad...?" dengan nada bergetar
Anak itu mengangguk sambil wajah tertunduk. Namun tangan nya menunjuk ke iqro yang ramli bawa.
" Itu iqro yang sering aku baca 15 tahun lalu, Aku lama menunggu teman ku untuk datang mengaji, Tidak ada satu pun teman ku yang datang. Waktu magrib pun datang, Aku pun Adzan duluan .. hingga pada akhirnya aku tidak bisa kembali kejebak disini." kata ahmad dengan ucapan yang penuh kesedihan
Air Mata ahmad pun jatuh
" Aku hanya kangen ibuku kak....."
" tolong aku kak, .......
ramli yang terbawa susana dengan ceritanya pun mengeluarkan air mata.
" Minta tolong apa, Apa yang bisa aku bantu buat kamu ..... " kata ramli dengan penuh harap
" Aku cuma ingin Mendengar Suara adzan untuk terakhir kalinya ka, ... Agar aku tenang dan bebas...."
Ramli tidak sedikit pun bisa menolak ia langsung jalan menuju mimbar.
dan langsung mengikuti keinginan ahmad saat itu. Ramli yang berdiri tegak ke arah kiblat :
" Allahuakbar ..... Allahuakbar....."
Suara adzan ramli pun bergema di malam yang sunyi. bersamaan dengan angin berhenti dan lonceng pun berhenti di luar.
Saat adzan selesai Tubuh ahmad pun tiba tiba memudar seperti sudah ingin pergi dan merasa senang, Sebelum mengilang Ahmadpun sempat tersenyum dan mengatakan :
" Terimakasih kak.....Titip salam buat ibu.."
Lampu senter ramli pun mati membuat gelap gulita saat itu. ramli mencoba menghidupkan kembali senter di langgar itu ia menoleh ke mimbar dan hanya ada iqro di tempat itu sosok ahmad saat itu sudah tidak ada.
Ramli yang mengeluarkan air mata karena sedih dengan kepergian ahmad yang begitu cepat akhirnya mencoba untuk keluar dan pulang kerumah saat itu. Saat ramli membuka pintu langgar, tiba tiba sudah banyak warga yang melihat kejadian yang ramli lakukan di langgar itu.
Hingga pada akhirnya semua warga kampung itu sudah tidak merasa takut lagi dengan adanya bunyi lonceng yang ada di langgar tua itu. Bahkan langgar itu menjadi tempat beribadah kembali secara biasanya untuk belajar mengaji.

Komentar
Posting Komentar