Sinopsis
Di kaki Gunung Tangkuban Perahu, dalam kisah yang beredar di masyarakat, terdapat sebuah pemandian air panas yang dikenal dengan nama Ci Panas. Suasananya alami dan air hangatnya menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin beristirahat setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Namun, tempat tersebut juga memiliki sebuah larangan yang dipercaya sejak lama: jangan mandi berdua menjelang petang.
Dua perempuan asal kota, Wita dan Nina, justru datang dengan rasa penasaran. Mereka ingin melihat sendiri apakah cerita tentang tempat tersebut benar atau hanya sekadar cerita yang diwariskan dari satu orang ke orang lain.
Mereka sengaja menunggu sampai suasana mulai sepi dan kemudian merekam kegiatan di sekitar pemandian. Awalnya tidak terjadi apa-apa. Tetapi ketika Wita melihat hasil rekaman melalui ponselnya, ia menemukan sosok misterius yang tidak terlihat oleh mata secara langsung.
Sejak saat itu, kejadian-kejadian aneh mulai membuat keduanya menyadari bahwa tidak semua hal perlu diuji hanya karena rasa penasaran.
Pemandian Air Panas di Kaki Gunung Tangkuban Perahu
Di kaki Gunung Tangkuban Perahu, dalam kisah yang diceritakan dari mulut ke mulut, terdapat sebuah pemandian air panas yang dikenal masyarakat dengan nama Ci Panas.
Tempat tersebut memiliki suasana alami.
Air hangat mengalir dari sumber mata air dan kawasan sekitarnya dipenuhi pepohonan serta udara pegunungan yang sejuk.
Bagi sebagian pengunjung, berendam di air hangat menjadi cara untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Namun, di balik suasana tenangnya, masyarakat setempat juga mengenal beberapa cerita misterius mengenai tempat tersebut.
Salah satunya adalah sebuah larangan yang konon sudah lama dikenal.
Jangan mandi berdua menjelang petang.
Bagi sebagian orang, larangan itu hanya bagian dari cerita masyarakat.
Bagi yang lain, aturan tersebut sebaiknya tetap dihormati.
Cerita tentang Penunggu Ci Panas
Menurut cerita yang beredar, kawasan Ci Panas memiliki sosok yang dipercaya sebagai penunggu.
Konon, dahulu pernah ada seorang perempuan yang menghilang di sekitar kawasan sumber air tersebut.
Pencarian dilakukan oleh keluarga dan masyarakat.
Namun, perempuan itu tidak pernah ditemukan.
Karena itulah, berbagai cerita kemudian berkembang di kalangan masyarakat.
Sebagian mengatakan bahwa sosok perempuan tersebut masih sering terlihat di sekitar sumber air.
Ada yang mengaku melihat bayangan.
Ada pula yang mengatakan pernah mendengar suara perempuan ketika kawasan mulai sepi.
Tidak semua orang mempercayai cerita tersebut.
Sebagian menganggapnya sebagai mitos.
Sebagian lainnya memilih menghormatinya tanpa perlu mencari tahu lebih jauh.
Namun, rasa penasaran selalu memiliki cara sendiri untuk membuat seseorang mencoba membuktikannya.
Kedatangan Wita dan Nina
Dua perempuan asal kota bernama Wita dan Nina datang ke Ci Panas pada suatu sore.
Mereka memang ingin menikmati pemandian air panas.
Tetapi selain itu, ada tujuan lain yang membuat mereka begitu tertarik.
Mereka ingin mengetahui apakah cerita tentang Ci Panas memang benar.
Sejak tiba, keduanya membawa ponsel dan sesekali merekam pemandangan sekitar.
Seorang penjaga akhirnya menghampiri mereka.
"Permisi, Mbak... mau mandi atau ada keperluan lain?"
Wita tersenyum.
"Oh, iya, Mas. Saya mau mandi. Cuma nanti, tunggu agak sepi sedikit."
Penjaga itu mengangguk.
"Oh, iya. Tapi sebelumnya sudah membaca panduan dan aturan yang ada di sini, kan?"
"Sudah, Mas. Tenang saja."
Penjaga kemudian kembali menjalankan tugasnya.
Setelah penjaga itu pergi, Wita tertawa kecil.
"Katanya jangan menjelang malam."
Nina ikut tersenyum.
"Memangnya kenapa?"
Wita mengangkat bahu.
"Makanya kita lihat sendiri."
Keduanya merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Menunggu Sampai Suasana Sepi
Menjelang petang, satu per satu pengunjung mulai meninggalkan kawasan pemandian.
Suasana yang sebelumnya ramai menjadi lebih tenang.
Suara percakapan semakin jarang terdengar.
Yang tersisa hanya suara air, hembusan angin, dan uap hangat yang naik dari kolam.
Para penjaga masih memperhatikan Wita dan Nina.
Namun karena keduanya terlihat seperti akan segera pulang, para penjaga melanjutkan pekerjaan mereka.
Ternyata Wita dan Nina justru masih ingin tinggal.
Mereka ingin merekam suasana Ci Panas ketika tempat tersebut sudah benar-benar sepi.
Nina kemudian menuju kolam.
Sementara Wita mengeluarkan ponselnya.
"Nanti kalau ada sesuatu, kita bisa lihat rekamannya," ujar Wita.
Nina tertawa.
"Kalau memang ada sesuatu, berarti kita punya bukti."
Wita mulai merekam.
Awalnya tidak ada kejadian apa pun.
Hanya Nina yang sedang berada di dalam kolam.
Air hangat mengeluarkan uap tipis.
Suasana terlihat tenang.
Namun beberapa detik kemudian, ekspresi Wita berubah.
Sosok yang Tidak Terlihat Mata
Wita menatap layar ponselnya.
Ia mengerutkan kening.
Di dalam rekaman terlihat Nina.
Namun di belakang Nina seperti ada seseorang yang berdiri.
Wita menurunkan ponsel.
Ia melihat langsung ke arah kolam.
Nina terlihat sendirian.
Tidak ada orang lain.
Wita kembali melihat layar.
Sosok tersebut masih terlihat.
Seorang perempuan dengan rambut panjang berdiri beberapa langkah di belakang Nina.
Wita mulai merasa tidak nyaman.
"Nina..."
Nina menoleh.
"Kenapa?"
Wita tidak langsung menjawab.
Ia hanya terus melihat layar ponselnya.
Sosok tersebut tampak semakin jelas.
Wita kembali mengarahkan kamera ke kolam.
Dengan mata telanjang, ia tetap tidak melihat siapa pun.
Namun melalui layar, sosok itu terlihat begitu nyata.
Rekaman yang Membuat Wita Panik
Wita mulai mundur perlahan.
"Nina, naik dulu."
Nina bingung.
"Kenapa?"
"Udah, naik saja."
"Ada apa?"
Wita menunjukkan layar ponselnya.
Nina memperhatikan rekaman itu.
Wajahnya langsung berubah.
"Aku nggak lihat siapa-siapa."
"Aku juga nggak lihat."
"Tapi di sini ada."
Keduanya terdiam.
Wita memperbesar gambar.
Sosok perempuan itu masih terlihat.
Tidak melakukan apa-apa.
Hanya berdiri di belakang Nina.
Wita kemudian mematikan kamera.
"Lupakan."
"Kita pulang."
Nina mengangguk.
Mereka segera keluar dari kolam.
Nina Tidak Lagi Berada di Tempatnya
Beberapa saat kemudian, Wita menoleh kembali ke arah kolam.
Ia terkejut.
"Nina?"
Tidak ada jawaban.
Wita melihat sekeliling.
"Nina?"
Kolam yang tadi ditempati Nina terlihat kosong.
Padahal baru beberapa saat sebelumnya mereka berdiri berdekatan.
Wita mulai panik.
"Nina, jangan bercanda."
Ia berjalan ke sekitar kolam.
"Nina!"
Tidak ada jawaban.
Wita mencoba memanggil lebih keras.
Tetap tidak ada.
Ia kemudian mencari ke arah jalan setapak.
Tidak ada siapa pun.
Perasaan khawatir mulai muncul.
"Ya Allah..."
Wita mengambil ponselnya.
Ia hendak meminta bantuan ketika tiba-tiba terdengar suara dari arah lereng.
"Wita!"
Suara tersebut terdengar seperti suara Nina.
Wita langsung berlari menuju sumber suara.
Penjaga Menemukan Nina
Beberapa penjaga yang mendengar teriakan Wita juga segera menyusul.
Mereka mencari ke arah lereng.
Tidak lama kemudian, Nina ditemukan di sebuah tempat yang cukup jauh dari kolam.
Ia dalam keadaan lemas dan kebingungan.
Tidak ada yang memahami bagaimana Nina bisa berada di sana.
Menurut Wita, beberapa menit sebelumnya Nina masih berada di dalam kolam.
Sementara para penjaga tidak melihat Nina berjalan menuju lereng.
"Bagaimana kamu bisa sampai sini?" tanya salah seorang penjaga.
Nina hanya menggeleng.
"Aku juga tidak tahu."
Ia mengatakan bahwa setelah mendengar Wita menyuruhnya naik, ingatannya menjadi samar.
Wita hanya berdiri di sampingnya dengan wajah pucat.
Ia kemudian teringat video yang masih tersimpan di ponselnya.
Peringatan yang Akhirnya Dipahami
Setelah keadaan Nina cukup tenang, salah seorang penjaga kembali mengingatkan mereka.
"Sudah dari awal kami bilang, jangan sengaja menguji cerita yang ada di sini."
Wita menunduk.
"Kami cuma penasaran."
Penjaga itu mengangguk.
"Penasaran boleh."
"Tapi tetap harus tahu batas."
"Aturan yang ada bukan dibuat untuk menakut-nakuti pengunjung."
"Kawasan seperti ini tetap harus dihormati."
Wita tidak menjawab.
Ia mulai memahami maksud perkataan tersebut.
Sosok dalam Rekaman
Malam itu, setelah kembali ke tempat yang lebih aman, Wita membuka lagi rekaman yang tadi dibuatnya.
Video berjalan seperti biasa.
Nina terlihat sedang berada di kolam.
Uap air bergerak perlahan.
Namun beberapa detik kemudian, sosok perempuan itu muncul.
Kali ini Wita tidak berani memperbesar gambar.
Ia hanya menatap layar dari kejauhan.
Nina yang berada di sebelahnya juga ikut melihat.
"Matikan saja," katanya.
Wita mengangguk.
Layar ponsel langsung dimatikan.
Mereka tidak lagi ingin mencari tahu siapa sosok tersebut.
Mitos atau Sebuah Pengalaman Aneh?
Setelah kejadian itu, Wita dan Nina tidak pernah lagi menganggap larangan di Ci Panas sebagai sesuatu yang layak disepelekan.
Mereka tidak tahu apakah sosok yang terlihat dalam rekaman merupakan sesuatu yang benar-benar tidak dapat dijelaskan atau hanya sebuah kejadian yang belum mereka pahami.
Mereka juga tidak pernah menemukan jawaban tentang bagaimana Nina bisa tiba-tiba berada di lereng.
Namun, pengalaman tersebut sudah cukup untuk membuat mereka lebih berhati-hati.
Bagi mereka, sebuah tempat bukan hanya untuk dinikmati.
Ada aturan yang harus dihormati.
Ada lingkungan yang perlu dijaga.
Dan ada batas yang sebaiknya tidak dilanggar hanya demi membuktikan sebuah cerita.
Sampai sekarang, kisah tentang sosok perempuan di Ci Panas masih menjadi bagian dari cerita yang beredar di masyarakat.
Sebagian orang mempercayainya.
Sebagian lainnya menganggapnya hanya mitos.
Tetapi bagi Wita, satu pertanyaan tetap tidak terjawab.
Jika sosok itu hanya muncul di dalam rekaman, lalu apa yang sebenarnya terekam oleh kamera malam itu?