ZMedia Purwodadi

Tumbal Pabrik Teh

Table of Contents

 

Ilustrasi
Pabrik yang sangat besar mempunyai banyak produk di bandingkan pabrik pabrik lain. Pabrik "GUNUNG HIJAU "namanya, Pabrik yang mempunyai orderan besar membuat pabrik semakin sibuk dan sering adanya lembur sampai larut malam.

Pabrik yang sedang di sibukan dengan orderan yang harus di kirim ke luar kota membuat banyak karyawan yang harus pulang telat karena lembur setiap harinya, karyawan yang terus menerus pulang larut malam bahkan menjelang pagi, membuat banyak karyawan yang sakit karena kurang nya istirahat. 

Tenaga yang terus di porsil tanpa adanya luang untuk istrahat membuat banyak karyawan banyak meminta izin untuk tidak masuk sehingga suatu hari ada satu karyawan Namanya Okta, okta yang bekerja sip pagi yang seharus nya pulang di sore hari terpaksa harus melembur karena banyak karyawan yang tidak masuk bekerja.

Okta yang tidak bisa menolak terpaksa dengan tenaga sisanya ia melemburkan dirinya untuk pertama kalinya. Okta yang saat itu anak pendatang yang datang untuk bekerja, dia yang bekerja baru 2 bulan yang masih terbilang baru dan awam membuat nya sangat canggung apa lagi ia saat itu pertamakalinya bekerja sampai larut malam utuk melembur. 

Okta anak yang butuh uang namun penakut, yang saat itu di tugas kan di Tempat bagian "Tangki Racik " okta yang baru pertama kali mendapatkan bagian di tempat produksi membuat nya sedikit gemetar, nerpes takut karena tidak biasa. 

Okta yang tadinya bekerja hanya sebagai pengecekan barang, berubah ke bagian produksi mungkin sangat jauh perbedaannya. Okta yang berjalan bersama teman temannya menuju ketempat produksi, langsung di sambut dengan tangki tangki besi besar yang berukuran seatap rumah. 

Membuat okta yang baru pertama kali, baru tahu bahwa pembuatan teh yang selama ini ia cek di buat oleh mesin mesin raksasa yang sangat menyeramkan. Okta yang di tugas kan di tangki No 05 berjalan:

 Mencium Bau amis menyengat," Rani.... rani sini deh, Kamu cium bau amis yang menyengat gak sih di sini kaya bau bangkai banget ..." Ucap okta berhenti berjalan tepat di tangki No 03 

"Iyah aku cium, Dari tadi aku malah lagi bicara  sendiri sama hatiku .... Aku kira aku saja yang mencium....." Kata temannya sama mencium baunya

Saat merek berdua ribut membicarakan bau amis yang ia cium tiba tiba Supervicor produksi datang " Masih ribut saja bukanya bekerja " dengan tatapan yang sangat garang dan menakutkan. 

Okta dan teman nya langsung bergegas ke Tangki No 05. Okta dan temannya langsung bekerja dan mengikuti aba aba yang di berikan oleh karyawan produksi lain, Namun supervicor yang masih berdiri masih memperhatikan okta dengan penuh mata yang sangat tajam tertujunya.

Namun okta yang terus mencium bau amis merasa aneh dengan  bos nya, yang tidak sama sekali merasa sedikti pun merasa mencium bau di depannya. Okta yang masih penasaran dengan bau amis yang ia cium akhirnya saat waktu jam istirahat ia berjalan lagi ke arah bau itu tercium dengan temannya. 

Namun saat di perhatikan Tangki tangki teh yang lain Terbuka bahkan tidak ada yang di kunci, Kenapa Tangki No 03 di kunci dan tidak pernah di gunakan. Padahal tangki yang ada di ruangan produksi tidak cukup dan terteter karena tidak cukup nya mesin untuk memasak. 

Mesin yang tidak mati atau pun rusak entsh kenapa di kunci dan malah di anggurkan saja. dan yang aneh nya lagi, ternyata bau amis anyir itu tepat di tangki No 3 yang saat itu terkunci. Hingga akhirnya okta dan temannya yang merasa takut adanya bangkai atau hewan yang mati di dalam produksi memberitahukan ini kepada asisten bosnya. 

" Mas maaf...Kaya nya ada bangkai deh di Tangki yang terkunci itu... Coba deh periksa mas..." Kata okta dan temannya menghampiri aristen produksi

Namun saat asisten itu di beritahu okta tentang Tangki No 03 dia ketakutan dan langsung lari meninggalkan okta dan teman nya saat itu. Okta dan temannya saat itu kebingungan, bukannya menjawab atau meberi solusi malah kabur dan ketakutan. 


Okta yang semakin penasaran dan curiga akhirnya langsung mendatangi Ruangan Supervaicor nya langsung. 

" Tok ... tok... tok.... pintu ruangan Supervicor

" Masukk...... Ucap supervicor, Saat okta dan temannya masuk mata supervicor itu langsung melihat dengan tatapan yang tahu dengan apa yang akan di ucapkan oleh mereka berdua. 

Muka nya yang seolah tidak melihat dan menyibukan membaca laporan membuat okta langsung tidak banyak basa basi. 

" Maaf pak saya ganggu.... Saya kesini mau mengadukan....Hmmmm... 

" Mengadukan tentang Bau amis dan anyir di depan Tangkin No 03 kan." Ucap bosnya dengan langsung memotong omongan okta

Okta yang kaget karena bosnya sudah tahu apa yang saat itu ia mau ucapkan. 

" Hmmm.... Kok bapak tahu sih.... Iyah pakk mmm.. Itu pak, kaya nya bangkai hewan deh pak.. mending di cek pak, Takutnya membuat kualitas produk kita menjadi tidak setril jika ketahuan atau nanti ada pengecekan mendadak.


Bosnya langsung melihat tajam ke mata okta dan sedikit tertawa mesem sambil menundukan kepalanya, Bosnya langsung berkata sambil menggebrak meja 

" Kamu saja yang cek dan bersihkan Nanti pas malam jum.at saat jadwal mesin semua di bersihkan." Kata bosnya dengan tatapan menantang okta

Okta yang di suruh oleh bosnya sedikit terdiam dan menghelas nafas. Ia bingung kenapa harus dia yang ia suruh, bukannya membersihkan Tangki raksasa itu pekerjaan laki laki bukan perempuan. 

"Kenapa diam.... Kamu takut, kalau takut jangan banyak komen.... masih baru ko banyak sekali alesan bekerjanya..."

Kata supervicor dengan kata kata sangat menyakitkan.

Akhirnya okta dan Rin dengan sedikit menganjal dalam hatinya akhirnya memcoba melupakan hal yang sudah terjadi pada dirinya. Jam 11:12 malam pun terbunyi waktu lebur sudah usai. 

Saat okta ingin keluar berganti baju, Tiba tiba okta di panggil kepala produksi.

" Hei,,, Okta ...... Teriaknya kepala produksi di lorong sebelahnya ia berjalan.

" Kamu mulai besok, bekerja di produksiyah, karena di produksi kekurangan pekerja dan di bagian cek banyak, Sementara kamu di sini dulu yah " Ucapnya 

Okta yang kaget bahkan tidak tahu harus mengatakan apa benar benar lemas dan sangat kaget, Ia merasa beberapa jam di bekerjakan di tempat produksi membuat nya sangat banyak Ketakutan bahkan cobaan yang membuat jantung nya copot, Bukan hanya itu setiap detik nya ia harus benar benar menahan bau amis dan bau anyir di ruangan itu yang menyengat. 

Apa lagi harus setiap hari di dalam ruangan itu, tidak bisa di bayangkan bagai mana caranya untuk Bisa kuat untuk menahan bau yang terus tercium. Ac yang setiap hari aktip membuat bau itu semakin menyebar dan sangat Membuat kepala okta sangat pusing dan mual. 


Singkat cerita tiba, Okta akhirnya yang bekerja di produksi mencoba untuk terbiasa seperti orang lain yang terlihat tidak mencium bau yang ada di ruangan produksi. Padahal okta tahu kalau teman kerjanya itu sama dengannya mencium bau yang sama, Banyak temannya yang sering bolak balik ke kamar mandi yang mual, muntah bahkan membalur badannya dengan minyak angin. 

Agar bau itu tidak tercium, Yang dibuat aneh setiap kali okta bertanya kepada teman temanya tidak ada satu pun yang mau jawab, atau pun bicara tentang dimana asal bau tersebut. Malah kebanyakan orang yang di tanyanya Kabur ketakutan seolah takut dengan pertanyaan okta. 

Hingga akhirnya okta pun selalu berdiam tanpa mau menanyakannya lagi. Melihat banyak nya teman yang tergeletak di toilet, karena mual dan pusing membuat nya terbiasa dan masing masing, seolah olah okta yang sudah cape bahkan malas untuk bertanya hanya terdiam membiasakan diri.


Namun suatu hari ada karyawan yang bernama Yuki dia adalah karyawan terlama di pabrik GUNUNG HIJAU datang menemui okta di mesnya siang hari. 

" Hai ... Okta, Kenalin aku Yuki.....!" Kata nya

okta yang kaget di datangi oleh karyawan senior canggung, " Mmmmm.... Hai... Aku okta ka ..." 

" Udah gak usah canggung, kaya yang tegang amat sih .... Biasa aja kali ..." Kata nya dengan menepuk pundak okta 

" Eh okta .... Kamu katanya pernah melapor ke bagian SuperVicor ya ... tentang Bau amis?" Kata yuki dengan omongan berbisik


"Iyah ka... Aku dan temanku waktu itu, Kok kakak tau....?" Kata okta yaNg kaget

" Kamu berani banget yah, Padahal kamu karyawan baru, Aku aja yang kerja udah seumur pabrik ini berdiri enggak berani melapor atau pun melihat bapak supervicor loh ...." ujar yuki merasa takut

" Memang kenapa ka, Ada apa sih kak sebenernya dengan bau amis di Tempat produksi ? " 

" Hmmmm.... Pasti Kaka kabur kan...?" Kata okkta yang merasa yuki akan kabur jika di tanya dengan pertanyaan yang sama.


Namun yuki tidak sedikit pun kabur malah membawa okta masuk ke kamar mesnya agar merasa obrolannya tidak di dengar oleh orang lain. 

" Sinih.... sinih .... Kata siapa aku kabur, Aku udah merhatiin kamu dari orang pertama hingga orang terakhir kamu tanya.. Yang terus terusan kabur tau ..." 


"Iyah semua yang aku tanya kabur, Aku selama itu merasa curiga dan penasaran. Bahkan saat aku bekerja di tempat produksi aku sering kali bermimpi adanya suara wanita yang meminta tolong, yang katanya wanita itu bekerja di pabrik itu terjepit, Namun saat aku cari dia tidak ada. Karena itu aku terus bertanya tentang bau amis itu ka "

Okta yang merasa takut jika di dalam mimpinya itu ada hubungannya dengan bau amis di tempat nya bekerja. 

" Mmmmppp.. Mimpi mu benar ..." Ucap yuki dengan lantang

" Hah ... Maksudnya kak .... benar gimana ?" okta yang kaget mendengarnya belum paham

" Jadi gini, dulu aku bekerja sudah Mau menginjak 1 tahun. Saat itu tiba tiba ada kabar kecelakaan seorang karyawan wanita yang katanya gantung diri di atas Tangki Teh produksi tersebut. Terus saat di lihat yang bikin kagetnya wanita itu temen deket aku bahkan satu mes denganku. "


" Dan saat aku melihat posisi temanku yang sudah tidak bernyawa merasa tidak yakin bahkan tidak percaya, jika seorang teman yang selama itu terlihat bahagia, bahkan tidak ada sedikit pun terlihat masalah di bebannya harus mengakhiri hidupnya di tempat ia bekerja. "


" Yang di buat aneh lagi kejadian ini di buat janggal karena ada orang yang bilang jika tali yang tergantung yang terikat pada temannya itu terlihat di bawa oleh Bosnya waktu bertemu tak sengaha saat keluar dari ruangannya."


" Kejanggalan kedua Bos saat kejadian tidak ada mendadak menghilang, Bahkan polisi yang datang melihat kejadian, seolah olah tidak ada nya kejanggalan . Mereka tidak banyak berbicara bahkan tidak sedikit pun menjelaskan kenapa saat itu temannya tergantung bunuh diri."


" Polisi hanya berbicara kalau temanku saat itu benar bunuh diri tanpa adanya tindakan lain. Semua orang bertanya tanya dan semakin aneh dengan apa yang saat itu terjadi. Mayat temannya tidak ada bekas cekikan tali di kelehernya sama sekali, bahkan luka tergores pun tidak di temuka."

" Banyak orang jika kejadian saat itu ada orang lain yang membuat temanku meninggal tak wajar. namun hal itu hanya sia sia kami yang hanya bisa curiga yang tidak mempunyai bukti membuat kejadian itu tenggelam dengan lamanya waktu. "

" Tidak ada tindakan, atau pun kabar tentang kejadian bunuh diri saat itu. Namun aneh nya, dari mulai adanya kejadian bunuh diri pabrik yang awal nya hanya punya beberapa orderan menjadi kebanjiran orderan untuk di kirim ke luar kota. "

" Bos yang pernah di tanya soal kejadian malah pura pura tidak tahu dan tidak mau mendengar, Malah ia berbicara 

" UDAH ENGGAK USAH MIKIRIN YANG SUDAH TIDAK ADA, MENDING KALIAN YANG MASIH HIDUP KERJA YANG BENER. SEKARANG MULAI LEMBUR GAJIH KALIAN AKAN BESAR ..... hahahahahaha " 

Saat kejadian itu Yuki sudah tidak berani lagi berkata atau pun menanyakan hal itu lagi karena takut dengan raut muka bosnya yang ia ingat setiap berbicara. 

Dan singkat cerita, yuki yang membuat sangat takut dan bahkan karena hal ini iya sampai sekarang tidak bisa keluar dari pabrik Teh tersebut.

Yuki yang mendengar percakapan bos dan asiten nya di ruangan saat ia berjalan ingin pulang ke mesnya

 " Kamu sekarang percaya kan jadi semenjak aku kasih tumbal untuk pabrik ini, membuat pabrik ini semakin maju bahkan banyak mendapat kan untung." Hahahahah 

" jadi kamu diam saja biar aku yang mengelola pabrik ini sampai menjadi nomor satu di daerah perkotaan. " Kata kata yang terdengar oleh yuki membuat yuki mendadak gemetar bahkan merinding. 


Yuki yang serasa lemas tidak bisa menjalankan kakinya untuk pergi dari tempat saat itu,  Tiba tiba terdengar kembali kata kata bosnya yang terucap

" Besok tahun ke tiga Buat karyawan yang namanya putri untuk masuk ke tangki yang No 3 untuk membersihkan kedalam tangki di sip bagian malam. Biarkan dia sendiri dan jika dia sudah turun ke bawah tangki, kamu tutup kunci rapat rapat dan matikan listrik. "

" Jangan hiraukan sedikit pun suara, " 


Yuki yang mendengar itu semakin berdetak kencang berbunyi jantungnya. Membuatnya serasa ingin menjerit tidak tahan karena yang selama ini ia curigai terbuka. 


"Hingga sampai saat ini lah aku bekerja dan sudah tahu di setiap tahun nya akan ada korban yang menghilang bahkan tidak akan ada yang menanggapi walau pun karyawan lain tahu. " Ucap yuki kepada okta dengan penuh keseriusan. 


Okta yang mendengar itu seluruh jarinya bergetar, sambil memojokan dirinya ke pojok kamarnya. Okta yang merasa syok ketakutan membuatnya panik dan ingin mengundurkan diri kepada yuki. 

" Aku harus keluar dari pabrik ini, Aku gak mau jadi korban untuk selanjutnya... aku gak mau mati... Ka ....aku gak mau mati ka huhuhuhu," Okta yang menangis histeris ketakutan 

Yuki yang melihat okta yang sangat sisteris bahkan takut dengan apa yang ia tahu mencoba untuk menenangkannya. 

" Okta.... okta ... dengerin aku, tenang tenang yah .... Dulu aku ada di posisi kamu... Kamu tahu gak korban saat itu karena apa kesalahannya bisa dia di jadikan korban...?"

Okta yang sedikit tenang menjawab

" APA....." 

" karena orang itu Meminta berhenti dari Pabrik Teh gunung hijau ini ...Hingga membuat bos marah dan memutuskan untuk di jadikan tumbal...." 

" Apa kamu jadi orang selanjutnya ...." Kata yuki dengan sangat menasehatinya


Hingga akhirnya Okta dan yuki berteman dan mencoba tenang dan damai di tempat kerjanya. Hingga pada akhirnya Pabrik teh itu pun terkena kasus, Dan komplain dari banyak nya pembeli bahkan banyak media yang datang untuk mencari tahu bagai mana pembuatan produk teh di pabrik saat itu. 


Karena banyak yang mengeluh dengam adanya bau amis dari teh bahkan rambut yang di temukan di dalam teh tersebut. Membuat BPOM menggerebek pabrik teh tersebut. 


Saat di periksa di bagian Tangki teh di temukan Potongan manusia, tulang belulang yang banyak dan hancur yang ada di Tangking pembuatan teh tersebut. sehingga membuat hal itu membuat petugas kaget dan langsung melaporkan kejadian itu kepihak berwajib. 


Ternyata selama ini semua tangki teh yang mengaduk Daun teh  di campur dengan adanya badan manusia yang trus di fermentasi di dalam tangki , Ribuan teh yang di bungkus dan di kirim ke semua kota ternyata semua adalah bukan fermentasi teh melainkan manusia. 

Hingga pada akhirnya bos pabrik di tahan dan di penjara, Pabrik di tutup karyawan di Bubarkan. Namun saat itu para warga yang dekat dengan pabrik itu walau pun sudah tutup tetap saja mendengar Suara mesin berbunyi bahkan berproduksi seperti adanya manusia di dalam pabrik tersebut. 




Posting Komentar