Warung di Puncak Gunung
Gunung yang mempunyai banyak ke indahan dan keasrian alam. Membuat banyak orang semakin ramai mendatangi gunung untuk menikmati ke indahannya.
Pendaki yang datang dari berbagai Kota dan Negara. Semua orang datang untuk merasakan trek jalan menuju puncak yang berbeda beda. Dari mulai trek yang paling gampang hingga susah untuk di jangkau.
Namun menurut semua pendaki itu semua adalah tantangan yang di nanti nantikan. Namun dari ke indahan suasana gunung masih ada juga dari sisi gunung yang banyak orang tidak percaya atau menghiraukannya.
Hal mistis yang menyeram kan sering terjadi bahkan jejanggalan kejadian yang terjadi di setiap harinya bukan menjadi pelajaran malah semakin banyak nya pendaki dan banyak korban yang tidak perchya bahkan terus datang ke tempat tersebut.
Kejadian ada dua pendaki yang datang untuk mendaki ke puncak gunung. Mereka berdua mendaki penuh semangat untuk menuju ke tempat ia tuju.
Namun gunung yang ia daki itu sangat banyak kejadian terjadi bahkan ada salah satu larangan yang tidak boleh di langgar untuk keselamatan. Kedua pendaki yang bersama sama mendaki sambil mengobrol
" Heh angga kamu percaya enggak sih sama omongan omongan pendaki yang bilang kalau di puncak gunung ini ada warung yang buka .."
" Heh ikbal... Jangan macem macem yah, jangan bilang kamu mau coba cari itu warung, Kita ke sini mau mendaki bukan mau mencari yang aneh aneh yah ...." Ucap angga penuh dengan kekesalan kepada temannya
" Halah... kamu masih aja percaya tahayul, Jika memang ada warung . memang hal yang Normal lah... Kita pendaki pasti bakal namanya butuh makanan atau minuman di atas. jadi gak aneh kalau ada warung " ucap ikbal dengan penuh penasaran dan sedikit tidak mendengar
angga yang sudah cape menjelas kan karena jalan yang sudah jauh ia tuju, Angga membiarkan temannya berbicara apapun karena ia sudah cape dan lemas merasa tidak mau menanggapi apa apa.
Hingga singkat cerita saat angga yang masih di bawah berjalan lambat karena kelelahan, beda dengan ikbal yang semangat sudah hampir sampai di atas puncak gunung.
Membuat nya tidak sedikit pun merasa lelah atau pun lemas saat mendaki menuju puncak. Ikbal yang justru malah merasa badan nya sangat sehat dan ringan saat menaiki trek trek susah sekali pun.
Angga yang sudah merasa tidak sanggup mencoba untuk beristrahat dulu sebentar di pinggir jalan, melihat ikbal yanh sudah tidak terlihat akhirnya angga membiarkan ikbal mungkin ia nanti menunggu angga di atas sanah.
Angga pun istrahat sebentar di bawah untuk minum dan makan.Namun ikbal yang tidak sama sekali haus dan cape terus berjalan mendaki tanpa sedikit pun istrahat. Angga yang merasa sudah kuat akhirnya kembali berjalan perlahan lahan untuk mengejar kembali temannya yang sudah terlebih dahulu di atas.
Angga yang berjalan sudah di jam 10:00 malam, Angin gunung yang semakin meniup kencang membuat angga semakin lambat dan terasa kedinginan. Suara jangkrik yang jauh membuat suasana yang sepi semakin horor di bawah. .
Angga yang mencoba mencepat kan berjalan mendaki untuk mencoba terus bisa berjalan bersama dengan temannya. Tiba tiba ikbal yang sudah terlihat dari kejauhan, ikbal sedang memungut sesuatu sambil terkelungkup di bawah jalan.
Angga yang melihat dari jauh berteriak
" Ikbal.... Ikbal... Woy lagi apa ... Bangun lu gila ya.. malah main main, gw kedinginan ini"
Namun ikbak yang tidak sedikit pun menoleh tetap saja sibuk mencari sesuatu si semak semak daun yang rimbun di atas puncak gunung.
Saat di dekati, angga bingung kenapa temannya itu membuka baju. Langsung angga yang kebingungan berbicara sambil memegang tangan ikbal yang seperti kebingungan dan tatapan yang sangat kosong.
" Ikbal.... Ikbal.. Pake baju kamu heii... sadar ga ini angin gede banget nanti lu bisa sakit.. masuk angin... cepet pake baju..." Angga yang terus memakai kan baju, namun ikbal yang terus berjalan seperti mencari sesuatu dengan mata yang sangat kosong.
" Dieum aku lagi di suruh cari kayu bakar sama si mbok ...Kamu telat si datang nya udah kamu istrahat dulu sanah pesen kopi atau teh biar aku yang bayar....Sambil menunjuk ke depan puncak gunung "
Angga yang sangat kebingungan dengan temannya semakin aneh. Ikbal yang merasa tidak biasa nya seperti itu, seperti orang yang bukan temannya.
Akhirnya Angga terus mencoba menarik temannya untuk turun ke bawah gunung, Karena menurut angga ikbal sudah tidak beres dan tidak sadar seperti orang kerasukan.
" Ikbal ... ayo kita turun ayook... Gw anterin lu kebawah.. kita balik aja ayoo...." Angga yang terus berteriak memaksa ikbal sambil menarik tangan nya dengan sepenuh tenaga
Namun ikbal yang sangat kuat semakin jauh mencari kayu bakar katanya. Angga yang tidak bisa menghalangi akhirnya mencoba terus agar ikbal kembali pulang dengannya.
Berbagai cara angga mencoba temannya ternyata hanya sia sia. Ikbal yang seperti diam duduk tapi tidak duduk seperti sedang mengobrol dengan seseorang, tapi aku melihat nya hanya ada angin kosong saja tidak ada satu pun orang yang ada.
" Ikbal lu lagi apa si .. lagi ngobrol ama siapa.. sadar lu sadar ... ayoo balik ayo..." Angga yang terus berteriak sambil menampar temannya tidak sedikit pun di dengar.
Tiba tiba ikbal di situ, Berjalan ke ujung puncak lereng yang di bawah itu adalah jurang yang dalam nya puluhan meter. Ikbal tiba tiba sata angga lihat sudah berjalan berada persis di ujung tebing, membuat angga panik dan berteriak,
"Ikballll... Ikballl lu jangan gila bal... itu tebing balik kesini ball.. balik.." Angga yang semakin panik dan ketakutan melihat temannya yang terus berjalan seolah olah sedang berbicara dengan sesuatu
Namun naas akhirnya ikbal pun terpeleset jatuh kebawah tebing yang dalam nya sudah tidak bisa di turuni. Angga yang melihat kejadia itu seorang diri melemas, berteriak duduk di tanah.
" IKBAL.. KENAPA.. kenapa lu enggak denger omongan gw sih bal .. kata gw lu jangan macem macem kesini ....." Sambil menangis kencang
Akhirnya angga yang di temukan tidak sadar kan diri di atas gunung terbangun dari pinsannya. Saat bangun angga sudah melihat banyak orang yang berkumpul di bawah pos penjaga.
Ada kantung mayat berwarna orens yang sudah di masukan ke dalam mobil ambulace, Angga yang tiba tiba teringat
" Mana teman ku pak, pak ikbal teman ku mana pak ...." Sambil berteriak kepada petugas
" Sabar ya dek, sekarang teman kamu sudah saya temukan, dan mau kami bawa ke rumah sakit untuk autopsi ..."
" Kamu kabari orang tuanya aja ya ...tolong bantu " Kata petugas
Angga seolah olah tidak percaya hanya bisa melihat jasad temannya sambil dengan tatapan kosong.

Posting Komentar