Kisah Siluman Harimau penjaga Malam

Kisah Siluman Harimau penjaga Malam

Ada sebuah kisah tentang adanya cerita yang saat ini belum banyak orang yang tahu tentang cerita cerita yang terjadi saat itu, Namun sedikit banyak nya masyarakat tersebut ada yang tahu bahkan mendengar selentingan selentingan tersebut yang sering kali di bilang bahwa cerita tersebut adalah mitos saat itu. Hal itu untuk membuat orang orang yang semakin banyak bertanya menjadi tidak penasaran bahkan takut dengan cerita tersebut. 

Cerita ini adalah cerita yang di bahas tentang adanya seorang laki laki yang terkenal sebagai pemuda yang gigih dalam bekerja tanpa sedikit pun mengeluh atau pun menyerah di dalam apa yang ia lakukan setiap harinya. Pemuda itu di kenal sebagai pemuda yang sangat sayang dengan ibunya dan adik adiknya, ia hidup menjadi tulang punggung keluarga yang hidup di pedesaan yang terpencil di atas gunung yang jauh dari perkotaan.

Ia biasa di bilang di kampung nya sebagai Hasan, Hasan yang terkenal sebagai pemuda yang gigih dan rajin. Membuat banyak orang mengaguminya bahkan banyak sekali orang yang merasa senang dan menyukainya.
Hasan bukan hanya rajin akan tetapi ia itu adalah pemuda yang sangat sangat rajin dalam beribadah bahkan tidak pernah melewat kan sedikitpun ibadahnya walau pun ia sedang bekerja. 
Hasan yang sedari kecil sudah di tinggal kan oleh ayah nya, maka ia sudah terbiasa menjadi tulang punggung dan mengurus ketiga adiknya saat itu. 

Hasan yang tidak pernah pandang bulu dengan pekerjaan nya, sehingga banyak sekali warga yang menyuruh atau mengandal kan tenaga nya itu untuk membantu para warga di kampugnya. Bukan hanya rajin hasan mempunyai sipat yang dermawan bahkan tidak pernah mengeluh dengan bayaran yang warga kasih atas kerja keras nya, karena menurut dia ia bukan hanya mencari kerjaan tapi ia juga ingin banyak membantu orang lain walau pun hanya dengan tenaganya seorang diri.




Saat itu warga kampung sedang di landa kekeringan bahkan kelaparan yang amat panjang membuat banyak sekali yang jatuh sakit bahkan meninggal. Namun semua aparat desa bahkan kepala desa di kampung tersebut tidak bisa sedikit pun mencari jalan atau pun mencari cara untuk mengakhiri kerisis kelaparan dan kekeringan yang terjadi di kampung tersebut. 

Hingga akhirnya semakin lama warga kampung itu pun semakin banyak yang meninggal dan banyak mendesak aparat desa tersebut untuk mencari cara bagai mana warga agar tidak terkena dampak kekeringan bahkan kelaparan lagi. Semua aparat desa bahkan kepala desa pun bigung dan pusing, sudah mencari cara bagai mana pun tetap saja tidak berhasil.

Karena masalah kekeringan itu menjadi masalah yang amat sangat gawat bahkan bahaya, kenapa di bilang bahaya karena jalan air yang masuk kekampun nya itu sedang mengalami longsor dan terhambat oleh tumpukan tanah sampai sampai air yang seharus nya mengalir kedesanya itu tidak bisa mengalir di karena kan belum ada bantuan dari daerah kota saat itu. 

Namun ada cara lain untuk bisa mengakses air kembali datang hanya satu cara lagi saat itu, Namun cara itu tidak akan ada yang mau bahkan berani mengikuti nya. Karena sangat membahayakan bahkan taruhan nya nyawa, Akan tetapi tiba tiba warga pun berdatangan ke kator desa saat itu berbondong bondong dengan  wajah yang penuh emosi saat itu. 

" Pak kuwu ,,,,,,,,,,, pak kuwu ,,,,,,,,,,,, Ucap warga yang mencari kepala desa kampung itu
          Warga yang terus marah marah dan emosi terus memita keadilan dan cara bagai mana agar warga nya tidak merasa kelaparan bahkan ke hausan lagi dengan masalah kekeringan tersebut. 
Tak lama aparat desa dan kepala desa pun keluar saat itu.


"   Sudah sudah sudah ,,,,,, Saya mohon diam duluuuu ,,,,,,,,,!!! ucap kepala desa
" Warga : Bagai mana saya bisa diam pak kuwu kalau jalan keluarnya masih belum di temukan ??? ucapnya
" Warga lain : Betul bagai mana nasib anak anak kita pak kalau terus diam, apa harus melihat warga kampung jatuh sakit dan mati semua baru pak kuwu bertindak. !!!! dengan bengisnya

" Iyah Iyah saya paham Pak bu Saya mengerti apa maksud kalian dan bagai mana rasanya jadi kalian, Kami pun tidak diam disini. Kami mencari cara bahkan mencobanya namun hal nya belum ada yang berhasil.,,,,,,,,,,, " ucap pak kuwu dengan muka yang sedih

" Terus bagai mana pak masa iya kita harus terus menerus meminum air kotor bekas genangan di comberan. Cari cara lah pak, kami akan  membantu jika bapak menyuruh kami walau pun dengan cara apapun yang penting kampung kami kembali subur dan tidak ada lagi kelaparan bahkan kekurangan air." Ucap semua warga 



" Kepala desa menuduk dan menghelas napas, Seperti sudah tidak lagi bisa berbuat apa apa,,,!!!
 Kepala desa pun hanya diam dan melamun, karena yang di pikir nya itu, hanya ada satu cara namun cara itu tidak mungkin harus di bicarakan kepada warganya atau pun harus mengorban kan warganya, kepala desa takut jika terjadi apa apa kepada warga nya saat itu. 

Dan tiba tiba saat kepala desa itu sedang termenung dan terdiam Hasan yang datang tiba tiba berbicara kepada kepala desa saat itu, " Pak ,,,,,,,,,,,,, Pak kades,,, Berbicara dengan nada keras ,,,
" Biar kan saya yang berangkat ke gunung di atas bukit itu, tidak usah ikut warga warga cukup saya saja yang datang kesanah, insya allah semua tidak akan terjadi apa apa karena saya cuma berniat untuk membereskan masalah kekeringan saja" ucap nya 

Kepala desa yang saat itu ia belum merasa berbicara ia merasa aneh bahkan merasa kaget, bahwa hasan saat itu tahu apa yang ia sedang pikirkan. Kepala desa pun menjawab dengan sedikit terbata bata, " Emmmm Emmm,, Haaa  saaan , Maksudmu kamu mau masuk ke gunung terlarang yang di atas bukit desa ??? " ucap kepala desa dengan penuh kegugupan

" Yah pak kades Saya akan mencoba datang kesanah, karena jalan satu satunya kita untuk hidup saya satu cara ya harus naik ke gunung tersebut." ucap nya dengan lantang

" Tapi hasan ini adalah cara yang sangat bahaya untuk para seperti kita naik kegunung terlarang itu, Kalian tahu semua bagaimana banyak nya cerita yang sudah sudah masuk ke gunung tersebut, sampai sampai banyak sekali yang hilang bahkan tak selamat. Bapak bukan tidak mau mengijinkan namun kami takut terjadi sesuatu terhadap kamu. " ucap kelala desa dengan mengusap punggungnya

Hasan yang sangat yakin dengan apa yang ia lakukan, tetap memaksa kepada kepala desa bahkan kepada ibu dan adik adiknya. Karena menurut dia jika semua nya takut dan tidak memberanikan diri maka bukan hanya satu yang akan kehilangan nyawa tapi semua warga kampung yang akan hilang semua nyawanya bahkan keluarganya. 

Maka ia tetap kekeh ingin naik kegunung terlarang itu, walau pun susatu saat akan terjadi  sesuatu dengan nya setidak nya keluarga dan warganya tidak akan kehilangan nyawa bahkan kelaparan lagi.
Mau tidak mau pun akhirnya  kepala desa dan aparat yang lain nya memperboleh kan hasan untuk naik kegunung terlarang tersebut. 

Warga kampung yang merasa takut dan sedih terenyuh dengan niat hasan yang benar benar ingin membantu banyak warga akhirnya banyak sekali yang ingin ikut menemani perjalanan hasan saat itu.
Namun hasan yang tidak mau merepotkan orang lain, ia menolak dan meyuruh para warga untuk diam dan menjaga semua keluarga nya dan menitipkan keluarga hasan untuk sementara waktu saat itu. 

Para warga pun mematuhi semua ucapan hasan dan kepala desa pun yakin bahwa hasan itu akan melakukan tugas nya dengan selamat. Hasan pun saat itu pun meminta izin kepada ibu dan adik adik nya untuk berangkat saat itu, ibu dan adik adiknya yang merasa takut menangis dan sering kali menolak untuk jangan naik ke gunung terlarang tersebut. Namun hasan yang sudah yakin terus meyakin kan ibu dan adik adiknya bahwa dia akan kembali pulang dengan selamat saat itu. 

akhirnya hasan pun berangkat dan tidak sedikit pun ragu dengan apa yang ia pikirkan. Hasan yang terus berjalan dan menelusuruh jalan yang rimbun dan sempit terus tidak sedikit pun merasa lelah bahkan mengeluh di setiap perjalanan nya. Terbesit di dalam benak nya hanya ingin kampung nya kembali normal dan tidak ada lagi warga yang jatuh sakit bahkan meninggal. 

Hasan bukan hanya memikir kan bagai mana ada nya air akan tetapi hasan memikirkan bagai mana agar warga nya itu makmur dan subur. Hasan berpikir ia akan membawa tanaman yang berguna di gunung dan akan di tanam di desa nya untuk makanan sehari hari warga desanya saat itu. 
Tak lama hasan berjalan saat itu hasan sampai lah di gunung yang banyak orang bilang gunung terlarang, Namun saat sesampai nya di pintu gunung terlarang hasan merasa ia belum melaksanakan kewajiban nya yaitu solat, karena ia rasa hari sudah sore ia yang tidak tahu waktu itu sudah jam berapa ia pun berniat untuk beristrahat sebentar dan solat dulu di gunung tersebut. 

Hasan yang melihat air yang jernih yang mengalir deras di pinggiran pintu gunung ia langsung meminta izin kepada air tersebut untuk meminta sedikit untuk di minum dan sisa nya untuk membantu wudhu nya untuk beribadah saat itu. Hasan pun menyelupkan tangan nya kedalam air tersebut dan langsung menyicipinya untuk ia minum saat itu.

 " Masya allah,,,,, air nya dingin sekali segar bahkan air nya lebih jernih dari air desa. Saya merasa tidak haus lagi sudah meminum air di gunung ini,,,,," Ucap hasan dengan sumringah

Tak butuh waktu lama hasan pun akhirnya berwudhu di tempat tersebut dan sholat di tempat yang ia pilih yaitu pintu gunung tersebut. Saat hasan menaikan tangan nya dan mengucap kan allah huakbar, Tiba tiba tanah di gunung itu sedikit mengeser, Namun hasan yang tidak menghirau kan nya terus beribadah dengan khusu dan damai di jalan kannya. 

Tak lama pun hasan selesai dala sholat nya, Hasan pun mecoba untuk melanjutkan kembali perjalanannya agar cepat dapat di mana jalur air untuk di alirkan kedesa nya saat itu. Jika tidak cepat cepat ia takut hari terlalu gelap dan sulit mencari jalur air yang ia cari saat itu. 

Hasan pun terus kembali berjalan mencari apa yang ia cari, tidak sedikit pun memikir kan apa yang sudah terjadi saat itu. Dengan jiwa yang tenang hati yang tulus ia hanya melantunkan sholawat di mulutnya. Yang ia rasa sholawat bisa meredakan cape nya dan memudah kan segala urusannya.

Namun saat hasan tak lama sampai di sebuah tebing tiba tiba hasan di kejut kan dengan suara gemaan yang besar di gunung tersebut. Hasan pun sempat terkejut dengan gemaan suara tersebut, Namun hasan yang terus mencoba tenang dan terus berjalan.  Tiba tiba di kejutkan dengan wujud yang tinggi besar namun tidak sedikit pun menampakan dirinya, hanya saja yang ia lihat sekedar bayangan yang besar tinggi dan angin yang bertiup kencang di hadapannya.

Hasan yang saat itu melihat bahkan merasakan bahwa ia betul di ganggu oleh kedatangan mahluk yang tak kasat mata, akhirnya memberanikan diri untuk berbicara kepada sosok bayangan besar tersebut.
           " HEeeeyyyy ,,,,,,,,, SIapa kau ,,,,, ???? " Ucap hasan dengan sembari melantunkan surat surat pendeknya.
Namun beberapa kali hasan bertanya dari nada yang ringan hingga berteriak sosok tersebut hanya berdiri tegak tidak sedikit pun menjawab apa. Hingga pada akhirnya hasan yang tersulut nafsu dan emosi akhirnya berteriak dan menantang sosok tersebut karena menurut nya beliau sudah mengganggu perjalanan nya untuk membantu warganya saat itu. 

Ketika hasan berjalan dan berteriak Tiba tiba datang angin yang bertiup kencang datang seolah olah menghampiri hasan di depan nya persis saat itu. Angin yang besar dan banyak menyapu dedaunan sampai gunung yang tersapu dan terlempar terus mendekati hasan. Seolah olah mereka semua marah akan kedatangan hasan ketempat tersebut.

Hasan yang berjalan berhenti teringak ingak karena angin yang sangat besar dan dedaunan yang banyak di lemparkan nya. Sehingga perlihatan hasan pun kabur  dan sulit untuk melihat kedepan atau pun berjalan, Hasan yang terus ingat kepada tuhannya walau pun tahu bahwa ia sedang dalam bahaya tapi dengan jiwa dan kegigihan nya tersebut tak sedikit pun padam atau pun menyerah sedikit pun yang terlintas dari pikirannya. 

Yang iya pegang hanya kesetiaan dan berpegang teguh kepada tuhan nya yang percaya bahwa diri nya bisa melewati masalah yang saat ini ia rasakan. Hasan yang terus berjuang dan menahan diri badan nya yang saat itu hanya berbekal dengan tongkap bambu saja, ia bertahan dari terjangan angin yang kencang yang melawan nya. Hasan yang terus menahan badannya tak sedikit pun menggeser badan nya terus melawan angin yang seolah olah seperti badai yang sedang menghajar nya habis habisan.

Tak lama kemudian hasan yang terus menyebutkan nama tuhannya dan berdoa, angin yang saat itu sedang mengamuk tiba tiba hilang entah kemana perginya. Dan bukan nya angin yang hilang bahkan mahluk yang terlihat hanya bayangan tersebut pun ikut hilang saat itu. Sehingga hasan percaya bahwa dirinya saat itu sedang dilindungi oleh tuhan nya, dan ia perchya bahwa dirinya akan selamat dan yakin bisa mencari jalan masalah nya itu. 

Hasan yang merasa aman pun akhirnya ia melanjutkan perjalanan nya, Hari pun semakin larut namun hasan yang seorang diri tidak sedikit pun lelah atau pun lapar. Padahal hasan naik gunung saat itu tidak sedikit pun membawa makanan atau pun baju ganti. Karena memang mendadak dan tidak di rencanakan, Namun hasan yang terus merasa kuat terus berjalan sembari mencari jalur air yang mengalir ke arah desa nya itu. 

Tidak lama hasan merasa berjalan sudah cukup jauh dan ia merasa ia sudah ada di pertinggi gunung larangan tersebut. Karena jalan yang ia lalui sudah bermacam macam dari jalan yang biasa hingga menanjak menukik hinga akhirnya sampai di ketinggian seperti tebing. Dan akhirnya ia pun berpikir untuk mencoba beristrahat sejenak dahulu untuk mengumpulkan kembali tenaga untuk melanjutkan perjalanan nya untuk mencari jalur air tersebut. 

Hasan yang diam dan beristrahat di tengah tengah hutan yang di kelilingin pohon pohon besar dan rindang. Tidak ada sedikit pun jejak atau pertanda adanya manusia di hutan tersebut. Jika saat itu bila terjadi sesuatu terhadap hasan maka tidak akan mungkin selamat karena hanya dia saja yang diam di kedalaman hutan yang gelap dan tidak ada sedikit pun cahaya atau pun lampu.
Akan tetapi hasan yang mempunyai mental dan tekad yang besar benar benar tidak takut sedikit pun dengan apa yang ia rasakan saat itu. 

Hingga pada akhirnya hasan memutuskan untuk mencari bahan makanan atau pun hewan untuk di bakar malam itu. Kesunyian malam di hutan gunung larangan yang membuat susana menjadi sedikit seram dan sepi. Suara angin yang meriuh meniup dedaunan yang merambat membuat suara yang berbeda beda namun akan seperti menyeram kan, tapi jiwa hasan terus tertuju kepada keluarganya dan juga warga desanya.

Hasan terus berjalan mencari makanan untuk di makan di malam itu, hasan yang mencari ke pinggiran pinggiran hutan lebat dan gelap akhirnya ia menemukan pergerakan yang namun cukup besar pergerakan nya saat itu. Terlihat sepintas di balik pohon besar ada yang meraung raung dan bergerak gerak namun sedikit besar gerakan tersebut yang ia merasa bahwa ada hewan liar yang sedang berada di pohon tersebut. 

Hasan yang penasaran namun penuh dengan ke hati hatian ia pun mendekat dengan berjalan melaun saat itu. Hasan yang terus berjalan mendekati, semakin jelas dan semakin jelas suara yang ia dengar.
Suara raungan tersebut ia rasa adalah seekor kujang atau pun babi hutan. Mangkanya ia terus berhati hati dan terus menjaga jarak sebari mendekatinya dengan di bantu dengan bepilah bambu dan golok yang di pegang nya. 

Saat di buka dedaunan tersebut, dan saat ia ingin mengangkat kan golok nya, Tiba tiba ,,,,,,,,,,,, 
       " Tolong Tolong Jangan bunuh saaaaayaaaa ,,,,,,,,, " Saat mendengar itu hasan langsung kaget dan mundur saat itu, bahwa yang ia temukan dan dengar suara nya itu ternyata bukan hewan yang ia anggap buruan nya. Akan tetapi ia adalah hewan tapi berbentuk manusia.

Yang pada akhirnya hasan pun sangat amat terkejut dan bahkan tidak perchya yang ia temukan tersebut bukan lah hewan biasa melainkan adalah jelmaan manusia yang berwujudkan hewan. Hasan pun sedikit menjauhinya karena ia merasa takut atau masih merasa tidak percaya. Namun saat itu hasan yang terus melihat dan memastikan bahwa dirinya itu benar sedang melihat jelmaan dari hewan sedikit tertuju bahwa hewan jelmaan itu sedang merasakan kesakitan dan melihat merintih seperti ingin berbicara namun sudah merasa tidak  kuat. 

Hasan yang merasa penasaran dan merasa bahwa mahluk itu sedang membutuhkan pertolongan pada akhirnya ia mendekatinya dengan penuh kepercayaan dan yakin bahwa dirinya tidak akan melukainya.
Sebari terus melantunkan surat dan doa doa nya ia mendekat kan diri dan memberanikan diri melihat bahkan menyentuh hewan jelmaan tersebut. 

Yang ternyata di lihat dekat dan di pandangi kepala hewan itu adalah seekor harimau namun saat melihat dari bawah itu hanya kaki manusia biasa. Dan ia berubah rubah menjadi manusia dan menjadi harimau, Hasan yang terus mengamatinya pada akhirnya jelmaan harimau itu meminta untuk mendekat dan mendengar kan suaranya saat itu. Hasan yang merasa takut namun iba akhirnya memberanikan diri untuk mendekat, Dan akhirnya hasan pun mendekat kan kepada harimau tersebut dan ia berbicara.


" Tolong,,, Selamat kan aku,,, Tolong ambilkan benda yang menacap di badan ku,,,, Aku minta tolong, Hanya kamu yang bisa melihatku dan hanya kau yang bisa mengobatiku. " Dengan suara yang pelan dan terisak isak kesakitan

Hasan yang mendengar itu pun bingung, bahwa ia tidak melihat luka yang ada di badan harimau tersebut. Saat itu pun hasan menjawab " Aku akan menolong mu ,,,, jika memang aku bisa menolongmu, akan tetapi aku tidak sedikit pun melihat di mana luka yang tertusuk yang kamu katakan itu,,,,,,,,?? " ucap nya dengan wajah bingung

Namun jelmaan harimau itu yakin bahwa dirinya itu bisa melihat bahkan bisa menyembuhkan nya, karena menurut nya hasan adalah laki laki yang masih murni dan berjiwa yang mempunyai keagamaan yang kental. Sehingga ia yakin bahwa dirinya akan bisa mengobati nya saat itu. 
Ia pun terus meyakin kan hasan dan terus menyuruh mencari dan mecobanya mengecek luka yang ada di badan nya tersebut. 

Yang pada akhirnyaa hasan yang awalnya merasa bingung dan merasa tidak yakin, Namun sang jelmaan harimau itu berbicara dan meyakin kanya akhirnya ia terus mencobanya dan langsung melantunkan doa untuk meminta pertolongan kepada tuhan nya agar ia membantu menolong manusia jelmaan harimau tersebut. Saat sesudah tak lama berdoa pun hasan langsung di terangkan penglihatan nya yang tertuju kepada badan perut harimau tersebut. 

Tak butuh waktu lama hasan yang tak merasa takut dan jijik langsung mencabut benda yang melukai badan harimau tersebut. Jelmaan harimau yang saat itu di bantu di cabutkan benda yang menusuk di badan nya meraung dan mengaung kesakitan, namun hasan menyuruh berdiam dan menahan nya.
Karena hasan akan menolong nya bahkan membersihkan luka nya dengan bahan bahan tanaman yang ada di hutan tersebut. 

Pada akhirnya harimau itu pun di urus hingga akhirnya tubuhnya pun jauh dari kata sehat, Jelmaan harimau yang melihat lukanya sembuh atas apa yang hasan lakukan padanya akhirnya ingin memberinya imbalan saat itu. Hasan yang mendengar bahwa harimau itu ingin memberinya imbalan ia pun menolak nya dengan lantang, Ia bilang ia hanya menolong tidak mau meminta balas budi.

Jelmaaan harimau yang merasa senang bahkan takjub kepada hasan itu akhirnya mengiya kan tolakannya. Padahal dari apa yang ia beri bisa membuat hasan menjadi pemuda kaya raya bahkan ia pun bisa membangun jalur air di kota yang tidak harus jauh jauh datang ke gunung larangan, karena jelmaan harimau itu terkenal sebagai penjaga gunung dan pengama malam saat itu. 

Kebanyakan orang yang meminta nya untuk mendapat kan harta bahkan keturunanan, Beda dengan hasan yang tidak perlu memakai sarat apapun akan di berikan yang ia mau ia tolak mentah mentah dengan sepatah kata saat itu. Jelmaan harimau itu pun tidak mau merasa punya hutang budi, pada kahirnya ia bertanya lah kepada hasan yang tujuan nya apa datang ke gunung terlarang itu hingga masuk kehutan saat itu. 

Hasan yang di tanya akhirnya menjawab, "" Sejujurnya saya datang jauh jauh dari desa ke sini, hanya untuk mencari jalur air yang menyatukan jalur ke desa ku....!!! " Karena desa ku saat ini sedang terkena wabah kelaparan bahkan kekeringan,,, maka dari itu aku bertekad datang untuk membuat desa ku kembali makmur. """ ucap hasan dengan sedikit merunduk

Jelmaan yang mendengar ucapan dan keluhan hasan pun akhirnya ia tahu bagai mana ia membalas budinya, bahwa hasan berbicara kepada orang yang tepat. Karena jelmaan harimau itu bukan hanya penguasa malam akan tetapi ia adalah jelmaan yang menjadi penanggung jawab dan penguasa gunung tersebut. Yang sangat amat lah gampang untuk memwujudkan keinginan hasan yang tak harus cape cape datang ke lereng gunung yang jauh di sanah. 

Jelmaan harimau itu pun langsung mengabulkan apa yang hasan katakan, namun ia tidak sedikit pun memberitahukan kepada hasan soal aliran air saat itu. Ia takut jika apa yang ia usul kan akan di tolak karena ia takut merasa mepotkan orang lain, pada akhirnya bukan hanya alira air yang ia wujudkan.
Hasan yang saat itu sedang berbincang dengan jelmaan harimau tersebut pun tiba tiba sudah ada di desanya saat itu. 

Ia tidak sadar bahwa dirinya sudah di antarkan jelmaan harimau tersebut sampai ia tidak sadar bahwa dirinya sudah berhasil bahkan berada di desanya dengan selamat. Hasan yang termenung langsung di kejutkan oleh ibunya dan adiknya saat itu, " Hasan ,,,,, hasannn ,,,, " Aa ,,, aaaaa ,,,, Memeluknya dan menciumnya.
ibu dan adiknya saat itu

Hasan pun sadar dan bingun kenapa ada ibu dan adiknya di depannya, " Hasan akhirnya kamu pulang juga,, ibu khawatir san untuk kamu cepat cepat pulang,, " ucap ibunya yang bahagia memeluknya

Hasan yang masih bingung, tiba tiba warga desa berbondong bondong datang menghampiri hasan saat itu. 
                   " Hasan ,,,, Hasan ,, Hasan, terimakasih banyak hasan ,,,, gara gara kamu warga desa akhirnya sudah tidak kelaparan bahkan kehausan lagi. Air yang kamu alirkan membuat tanaman bahkan buah dan sayur yang ada di desa menjadi subur dan makmur ,,, sehingga semua warga desa sudah tidak ada yang mengalami kelaparan lagi,,,,, " Ucap kepala desa dan warga lainnya

Hasan yang terheran heran dan masih bingung pun akhirnya sadar, bahwa yang ia lakukan saat itu berbuah hasil walau pun bukan dia yang memenuhinya.
Dan akhirnya sejak saat itu warga desa nya menjadi damai aman dan tentram.
Load comments