Teror Dibalas Cuan: Kisah Yanti dan Trio Mahluk Gaib

Teror Dibalas Cuan: Kisah Yanti dan Trio Mahluk Gaib

Perjuangan, Beasiswa, dan Rumah Tua Murah

Yanti adalah anak yang baik, penurut, dan cerdas. Hidup di tengah keluarga yang sangat kekurangan di kampung membuatnya terbiasa bekerja keras membantu orang tua berjualan sehari-hari. 

Berkat kecerdasannya, Yanti berhasil mendapatkan beasiswa kuliah di kota besar. Walaupun orang tuanya merasa sedih karena anak andalan mereka harus pergi jauh, mereka tetap mendukung penuh demi masa depan Yanti.

Sesampainya di kota, Yanti dihadapkan pada kenyataan pahit: biaya hidup dan kontrakan yang sangat tinggi. Gaji dari kerja sambilannya hanya cukup untuk makan seblak dan pas-pasan. Bertekad agar tidak merepotkan keluarganya, 

Yanti mencari alternatif tempat tinggal hingga akhirnya menemukan sebuah rumah tua reyot yang sudah lama ditinggalkan. Tanpa memedulikan catnya yang terkelupas dan dinding kayunya yang keropos, Yanti langsung menyewa rumah tersebut karena harganya yang sangat murah dan langsung membersihkannya dari debu serta sarang laba-laba.

Bab 2: Teror yang Berbalik Arah

Sesaat setelah selesai membersihkan rumah dan beristirahat, suasana mendadak mencekam.

"Bruuuukkkk..... Gedebuggg....."

Suara barang besar terjatuh dengan keras di dalam rumah. Saat Yanti terbangun untuk mengecek sumber suara, sesosok wanita berjubah putih dengan rambut panjang menjuntai dan wajah pucat pasi muncul sambil merintih, "Hiiiihiihiiii....... Hiiiiihiiiiii....."

Namun, Yanti bukanlah gadis penakut. Alih-alih histeris, Yanti malah kebingungan dan merasa kesal karena jam istirahatnya terganggu oleh kehadiran sosok asing.

Dengan tatapan tajam dan nada bicara yang jauh lebih menyeramkan daripada hantu tersebut, Yanti memarahi si Kuntilanak dan mengusirnya sambil memukul dinding kayu dengan kencang.

Kuntilanak yang awalnya berniat menebar teror justru ketakutan setengah mati melihat kegarangan Yanti. Ketika Yanti mengancam akan menyeret dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah, si Kuntilanak langsung ciut dan memohon ampun agar tidak diusir karena sudah 10 tahun tinggal di sana.

Yanti yang awalnya mengira rumah itu kosong selama 15 tahun mendadak tersadar dan menyadari wujud asli sosok di depannya.

Geng Mahluk Halus dan Dua Syarat Mutlak

Sadar bahwa ia berhadapan dengan setan, Yanti sama sekali tidak gentar. Ia justru semakin murka karena hak sewa rumahnya diganggu.

"Enak saja kamu bilang aku suruh keluar, Gak ada! Mau kamu setan, mau kamu jin, aku gak akan keluar... Cepat pergi dari rumahku!" teriak Yanti.

Tangisan memelas Kuntilanak terhenti ketika tiba-tiba muncul gangguan lain dari atas atap:

"Tringggg..... Gedebrug....."

Sosok Tuyul dan Pocong ikut jatuh berhamburan. Kini, Yanti harus berhadapan dengan trio mahluk gaib sekaligus. Ketiganya memohon ampun dan meminta toleransi agar diizinkan tetap menumpang di rumah tersebut, serta berjanji akan membantu Yanti apa pun permintaannya.

Melihat peluang emas dari situasi yang absurd ini, Yanti mengajukan dua syarat mutlak:

Mereka dilarang keras mengganggu manusia, terutama dirinya.

Mereka harus membantu Yanti mencari uang untuk membayar sewa rumah.

Ketika Tuyul dengan sombongnya menawarkan diri untuk mencuri uang, Yanti langsung melotot tajam dan mengancam akan membuang mereka ke neraka jika berani melakukan tindakan haram.

Lahirnya Kreator Konten Gaib

Trio Kuntilanak, Pocong, and Tuyul sempat kebingungan karena keahlian mereka hanyalah menakuti manusia dan mencuri. Namun, Yanti memiliki ide cemerlang untuk memanfaatkan keahlian unik mereka di era digital.

Keesokan harinya, Yanti memulai proyek bisnis baru: jualan secara live di media sosial. Dengan arahan dan pelatihan sabar dari Yanti, pembagian tugas yang unik pun terbentuk:

Mbak Kuntilanak bertugas sebagai model Make Up Artist (MUA).
Abang Pocong beralih profesi menjadi kamerawan.
Ade Tuyul diandalkan sebagai admin toko online.

Berkat keunikan konsep tersebut, akun live streaming mereka mendadak viral. Banyak influencer dan pemilik jenama (brand) antri untuk mempromosikan produk mereka melalui tim gaib Yanti.

Usaha kreatif yang tidak biasa ini akhirnya membuahkan hasil luar biasa. Yanti mendulang keuntungan besar, menjadi terkenal, hidup berkecukupan, dan tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya kontrakan rumah tua tempat ia memulai segalanya.